Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Awas Bahaya Laten Overthinking dan Gampang Jatuh Cinta

5 September 2020   19:06 Diperbarui: 6 September 2020   06:28 1013 16 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Awas Bahaya Laten Overthinking dan Gampang Jatuh Cinta
ilustrasi mencintai diri sendiri. (sumber: pixabay.com/geralt)

Rasa-rasanya intensitas kita yang kini sudah jarang bertemu langsung dengan orang lain acapkali memunculkan perasaan berlebihan. Semisal: overthinking.

Perasaan inilah yang kemudian memikirkan secara berlebihan pilihan yang telah kamu buat. Bahkan, tidak sedikit terbayang-bayang pikiran "bagaimana jika" atas apa yang sudah kamu lakukan.

Melansir Psychology Today, penelitian membuktikan kebiasaan memikirkan kekurangan, kesalahan, dan masalah meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.

Selain itu, overthinking juga bisa menguras energi juga membuang waktu. Untuk lebih jelasnya, overthinking justru bukan memikirkan solusi atau pilihan apa yang terbaik melainkan malah membuat kita terjebak dalam pikiran dan ini akan membatasi kita untuk berbuat sesuatu.

Apalagi masalah percintaan. Perasaan untuk gampang jatuh cinta kepada orang lain, tapi tidak mendapat respon baik --juga cepat-- malah membuat kita memikirkan yang tidak-tidak, bukan?

Ingin tahu bagaimana mahasiswa coba mengulas ini dari beragam aspek psikologi, percitaan, hingga kesehatan? Silakan simak 5 konten pilihan kami ini, yha!

1. Sering Overthinking? Ini Trik Menghadapinya!

Sumber ilustrasi: Engin Akyurt/Unsplash
Sumber ilustrasi: Engin Akyurt/Unsplash
Pernah pada satu waktu atau kesempatan tiba-tiba saja kamu memikirkan sesuatu yang tidak ada ujungnya?

Semakin lama kamu pikirkan bukannya menemukan solusi, tapi malah bikin kamu tambah stres. Hal seperti itu, menurut Kompasianer Muhamad Fuji, kamu lagi overthinking

"Kamu (bisa) menghabiskan waktu dari pagi sampai sore atau bahkan sampai pagi lagi, entah itu berpikir masa depan atau apa saja," lanjutnya.

Nah, kali ini Kompasianer Muhamad Fuji coba berikan beberapa trik agar kita bisa menyikapi dan menghadapi kala sedang overthinking.

Contohnya, yang pertama, mengubah pikiran yang sedang kita pikirkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN