Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Ledakan Beirut karena Kecerobohan hingga Haruskah Ada Drama Memiliki Rumah Pertama?

7 Agustus 2020   04:25 Diperbarui: 7 Agustus 2020   04:31 995
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kompas.com: Sebuah helikopter berusaha memadamkan api dalam ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut, ibu kota Lebanon, pada 4 Agustus 2020.(STR via AFP)

Sebanyak lebih dari 100 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang menghancurkan sebagian kota Beirut. Sebagaimana dikutip dari kompas.com, penyebabnya akibat amonium nitrat yang disimpan selama 6 tahun tanpa fasilitas keamanan yang memadai.

Kompasianer Ruang Berbagi, dalam artikelnya yang menjadi terpopuler di Kompasiana kemarin (06/08) berpendapat bahwa Ledakan tersebut semestinya menjadi refleksi bahwa ada benda-benda berbahaya yang patut kita waspadai.

Contohnya dalam skala rumahan, tidak jarang kita mendengar kecerobohan dalam menggunakan tabung gas dengan regulator, menempatkan botol parfum di dekat sumber panas, bahkan membakarnya yang mana kebiasaan tersebut bisa merenggut nyawa.

Menurutnya, Masyarakat Indonesia masih sering ceroboh dalam menyimpan dan menggunakan bahan bakar serta sumber api di lingkungan rumah dan kantor.

Praktik ini demikian jamak kita lakukan. Kita sering melupakan risiko yang nyata di balik kebiasaan ini. Saat kita sedikit saja lalai menyimpan dan menjauhkan bahan bakar dari sumber panas atau api, kebakaran tak terhindarkan lagi.

Selain itu terdapat juga artikel menarik dalam rangka menyambut Hari Perumahan Nasional 26 Agustus nanti. Artikel tersebut ditulis oleh Kompasianer Cucum Suminar.

Dalam artikelnya ia mengemukakan bahwa tidak harus ada drama untuk memiliki rumah pertama. Memang kita selalu mengidamkan untuk membeli rumah di pusat kota, dan karena faktor ego, kita enggan membeli rumah di daerah baru. Bagaimana caranya agar dapat memiliki rumah idaman? singkatnya seperti ini:

Ada baiknya, KPR rumah saja dulu sesuai kemampuan, setelah rumah tersebut lunas bisa dijual, kemudian dijadikan uang muka untuk membeli rumah idaman.

Inilah 5 konten terpopuler di Kompasiana kemarin (06/08):

Ledakan Beirut - Lebanon dan Pelajaran bagi yang Sering Ceroboh

Foto oleh ANWAR AMRO via KOMPAS.com
Foto oleh ANWAR AMRO via KOMPAS.com
Presiden Lebanon Michel Aoun mencuit kemarahannya terkait dugaan penyebab ledakan, yakni akibat kecerobohan dalam menyimpan amonium nitrat sebanyak 2.750 ton selama 6 tahun di sebuah gudang.

Tanpa kita sadari, di sekitar kita, ada benda-benda berbahaya yang patut kita waspadai. Pakar peledak, Chris Hunter mengatakan bahwa tabung oksigen di rumah sakit bisa meledak jika dipanaskan pada suhu yang tepat. Juga tabung elpiji dalam kondisi tertentu juga bisa meledak.

Seorang kerabat sahabat saya wafat setelah terjadi ledakan di dapur kala memasak dengan gas elpiji. (Baca Selengkapnya)

Membedah Promosi Ramuan Herbal ala Hadi Pranoto dan Puteri Indonesia

PENELITI Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat pada Senin, 3 Agustus 2020.* //ANTARA
PENELITI Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat pada Senin, 3 Agustus 2020.* //ANTARA
Saya melihat sisi yang berbeda dari cara penyampaian ramuan herbal oleh Hadi Pranoto ini. Lantaran saya seorang pageant lover sejati yang hampir setiap hari mengikuti kegiatan Puteri Indonesia, maka saya pun juga selalu melihat mereka mempromosikan ramuan herbal sebagai tolak corona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun