Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Ramainya Perbincangan Pencalonan Gibran hingga Syarat Wanita Menikah: Bisa Masak

26 Juli 2020   04:50 Diperbarui: 26 Juli 2020   18:50 1186 18 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ramainya Perbincangan Pencalonan Gibran hingga Syarat Wanita Menikah: Bisa Masak
Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersiap memberikan keterangan pers usai menyerahkan berkas pendaftaran anggota PDI Perjuangan di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). Gibran Rakabuming Raka daftar menjadi kader PDI Perjuangan sebagai syarat untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada tahun 2020 mendatang. (Sumber Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)

Resmi! Akhirnya putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020

Namun, sesaat setelah mendapat rekomendasi tersebut, politik dinasti dan dinasti politik kembali menjadi sorotan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020.

Tidak sedikit yang menganggap kalau majunya putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, dalam pemilihan wali kota Solo menjadi tonggak suburnya politik dinasti di Indonesia.

Besar kemungkinan, Gibran-Teguh mendapat dukungan dari partai-partai pemilik kursi di Kota Solo. Artinya, pencalonan mereka akan melawan kotak kosong.

Selain kabar menganai pencalonan Gibran, pada Minggu (19/07) Indonesia kehilangan sastrawan sekaligus pujangga, Sapardi Djoko Damono.

Berikut ini 5 konten menarik dan terpopuler di Kompasiana dalam sepakan:

1. Karier Politik Gibran dan AHY, Langkah Jokowi Lebih Taktis daripada SBY?
Pertemuan Gibran dan AHY di tahun 2017. (foto: Kompas.com)
Pertemuan Gibran dan AHY di tahun 2017. (foto: Kompas.com)

Putra sulung Presiden Jokowi pindah haluan: dari seorang pebisnis kini bergerak ke dunia politik.

Hal ini tentu saja dibarengi dengan rekomendasi yang ia dapat dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020.

Kalau melihat lebih jauh, menurut Kompasianer Gobin Dd, langkah Jokowi terbilang taktis: secara tidak langsung dia mempersiapkan Gibran untuk mengikuti jejak yang sama.

"Jika Gibran berhasil memenangi kontestasi di Solo, ini bisa menjadi loncatan untuk langkah yang lebih besar. Dia sudah menunjukkan diri sebagai pemimpin politis," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

2. Gibran Polah Jokowi Kepradah, Menang Ra Kondang Kalah Ngisin-isini
Warga membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju Pilkada Solo 2020 di Jalan Bhayangkara Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019). (Foto: KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Warga membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka maju Pilkada Solo 2020 di Jalan Bhayangkara Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019). (Foto: KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Meski ada kemungkin pasangan Gibran-Teguh akan melawan kotak kosong pada Pilkada Solo 2020, jalannya tidaklah mudah.

Sebab, pada kesempatannya kali ini, menurut Kompasianer R. Sugiarti, Gibran mengorbankan kredibilitas ayahnya, yaitu Jokowi. Istilah Jawa yang tepat untuk menggambarkan ini, lanjutnya,  'anak polah bapa kepradah'.

"Anak Polah Bapa Kepradah, karena tingkah polahnya Gibran yang tiba-tiba memutuskan untuk maju sebagai Cawalkot Solo pada Pilkada 2020 sekarang, maka Jokowi pun harus ikut 'kepradah' atau terciprat masalah," tulis Kompasianer R. Sugiarti.

Lantas, apa yang mesti dikhawatirkan Gibran ketika melawan kotak kosong? (Baca selengkapnya)

3. Setelah Hujan Bulan Juni: Obituari Sapardi Djoko Damono
Pada satu acara di MIWF 2017 bersama Sapardi Djoko Damono (kiri) dan Ananda Sukarlan (tengah). Foto: Tribun Timur/Muh. Abdiwan
Pada satu acara di MIWF 2017 bersama Sapardi Djoko Damono (kiri) dan Ananda Sukarlan (tengah). Foto: Tribun Timur/Muh. Abdiwan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN