Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Prospek Industri Frozen Food hingga Waktu Terbaik Berinvestasi Saham

17 Juli 2020   04:40 Diperbarui: 17 Juli 2020   04:41 1783 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Prospek Industri Frozen Food hingga Waktu Terbaik Berinvestasi Saham
Iilustrasi menyimpan makanan di kulkas. (Dok. Shutterstock/New Africa via KOMPAS.com)

Makanan beku (frozen food) sekarang banyak dijadikan alternatif saat berbelanja untuk konsumsi sehari-hari. Terlebih di masa pandemi ini tak sedikit pengusaha makanan, yang terpaksa harus menutup kedai karena PSBB, beralih "membekukan" produknya untuk tetap bisa dinikmati pelanggan.

10-15 tahun lalu, orang Indonesia mungkin belum berpikiran untuk membeli makanan beku. Lebih memilih belanja daging ayam atau sapi langsung di pasar tradisional karena dianggap lebih segar daripada yang sudah dibekukan di supermarket.

Namun Kompasianer yang juga pelaku industri makanan beku, Freddy Kwan, menyebut banyak yang mulai mengubah pola pikir tersebut. Pertimbangannya bukan soal pasar atau supermarket, beku atau tidak beku, melainkan faktor jaminan keamanan pangan.

Penasaran seperti apa prospek makanan beku di Indonesia ke depan? Simak artikel-artikel terpopuler di Kompasiana, kemarin (16/07) berikut ini:

Industri Makanan Beku di Indonesia dan Prospek ke Depan

Salah satu toko makanan beku di Sukabumi (Foto: Freddy Kwan)
Salah satu toko makanan beku di Sukabumi (Foto: Freddy Kwan)

Saat banyak pasar yang ditutup karena pemberlakuan PSBB, toko-toko agen tradisional penjual makanan beku mengalami lonjakan penjualan dari pembeli langsung yang datang ke toko. Secara keseluruhan kinerja penjualan stabil dan bahkan beberapa mengalami peningkatan. (Baca selengkapnya)

Inikah Waktu Terbaik untuk Investasi Saham?

Investasi saham saat pandemi seperti sekarang masih bisa peluang (Sumber: KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Investasi saham saat pandemi seperti sekarang masih bisa peluang (Sumber: KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Di tengah kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, berinvestasi di pasar saham masih menawarkan peluang yang menarik. Namun bagaimanapun, siap berinvestasi harus siap menghadapi risiko. Perlu pertimbangan yang tepat. (Baca selengkapnya)

Jangan Sembarangan Kasih Gelar Pria Macho!

Ilustrasi (Foto: Andrea Piacquadio from Pexels)
Ilustrasi (Foto: Andrea Piacquadio from Pexels)
Istilah macho belum bisa kita temukan KBBI daring. Sebab memang macho merupakan kata dalam bahasa Spanyol, yang artinya jantan, maskulin. Nah ini biasa digunakan untuk hewan. Lawan kata 'macho' adalah 'hembra', yang artinya betina. Saat ini konotasi pria macho juga cenderung negatif. (Baca selengkapnya)

Bukan Perceraian Orangtua yang Membuat Anak Terganggu Psikologisnya

Ilustrasi anak yang bersedih hati akibat perceraian orang tua (Foto: Shutterstock via kompas.com)
Ilustrasi anak yang bersedih hati akibat perceraian orang tua (Foto: Shutterstock via kompas.com)
Hal yang membuat anak terganggu secara psikis bukan status perceraian orangtuanya, tapi ketika mendengarkan, melihat, dan mendengar pertengkaran kedua orangtua saat masih bersama. Akan percuma mempertahankan rumah tangga, tapi tidak bisa mengendalikan emosi di depan anak. (Baca selengkapnya)

Kalian Belajar "Online", Kami "Oh Lain"

ilustrasi pendidikan di sekolah. (sumber: KOMPAS/DIDIE SW)
ilustrasi pendidikan di sekolah. (sumber: KOMPAS/DIDIE SW)
Secanggih apapun perangkat yang digunakan untuk sekolah online, tetap tidak bisa mengganti suasana riuh-gaduh ruang kelas dengan teman-teman lain. Memang situasi yang tidak nyaman, di saat kita harus mempersiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN