Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Populer: Serangan Militer Asing ke Indonesia hingga Fesyen sebagai Alat Propaganda Korea Utara

1 Mei 2020   05:32 Diperbarui: 1 Mei 2020   05:28 255 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Populer: Serangan Militer Asing ke Indonesia hingga Fesyen sebagai Alat Propaganda Korea Utara
Ilustrasi foto: Adrees Latif/Reuters

Jika kita bertanya, Apakah perang masih dibutuhkan pada zaman sekarang untuk menguasai sebuah negara?

Jawaban Kompasianer bisa saja bermacam-macam. Sebab pada saat ini teknologi berkembang pesat dan tidak satupun para pemimpin negara menghendaki peperangan, melainkan dengan cara negosiasi terlebih dahulu yang melibatkan negara-negara sekutu.

Namun, bisakah kita menerka skenario terburuk dengan melihat kemungkinan serangan militer asing ke Indonesia?

Kompasianer Kunia Tirto Yudhonegoro mengemukakan dalam artikelnya, Indonesia memiliki dua hal yang bisa dikatakan layak menjadi alasan untuk perang, yaitu akses dan bahan mentah.

Selain itu, faktor geografis Indonesia yang dikelilingi oleh negara sekutu Amerika Serikat yang bersengketa seperti Korea dan Taiwan, berpotensi menyeret Indonesia ke peperangan karena Singapura telah didesignasi sebagai Forward Operating Base untuk Armada ke 7 Amerika Serikat (US 7th Fleet). 

Selain esai mengenai kemungkinan militer asing menyerbu Indonesia, terdapat juga artikel menarik lain yang populer di Kompasiana kemarin seperti gaya berbusana orang Korea Utara rupanya adalah bentuk propaganda dan situasi muslim Prancis menjalani Ramadan di tengah lockdown.

Berikut 5 artikel menarik:

1. Melihat Kemungkinan Serangan Militer Asing ke Indonesia

Gambar hanya ilustrasi dan diambil dari DoD photo by Pfc. Andre Forrest, U.S. Army/Released (Wikipedia)
Gambar hanya ilustrasi dan diambil dari DoD photo by Pfc. Andre Forrest, U.S. Army/Released (Wikipedia)
Manusia telah berperang menggunakan berbagai alasan, dari mulai atas nama Tuhan hingga mencari barang jarahan. Dari berperang demi satu suku/etnis tertentu hingga berperang atas nama kemanusiaan.

Sebuah pertanyaan yang mungkin terbetik di benak pembaca yang Budiman, Mungkinkah ada serangan militer Asing ke Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita bisa mencoba berkaca pada kejadian di masa lampau. (Baca Selengkapnya)

2. Mao Suit, Gaya Busana Kim Jong-Un yang Ternyata Alat Propaganda

Kim Jong-Un dan Ri Sol-Ju. Sumber: Kompas.com
Kim Jong-Un dan Ri Sol-Ju. Sumber: Kompas.com
Baju "seragam" yang dikenakan oleh pemimpin Korea Utara ini mengesankan gaya tradisional dan ketinggalan jaman. Namun banyak yang tidak mengetahui bahwa baju ini sebenarnya bernama Mao Suit, sebuah baju tradisional yang dipopulerkan oleh bapak China modern, Sun Yat Sen.

Pada jamannya, Mao Suit tidak hanya populer di China, namun busana yang sangat erat kaitannya dengan komunisme ini, juga menjadi trend fashion di beberapa negara yang berhaluan kiri. Termasuk diantaranya adalah pemimpin komunis Russia, Josef Stalin dan juga Kim Il-Sung, yang merupakan kakek dari Kim Jong-Un. (Baca Selengkapnya)

3. Muslim Prancis Jalani Ramadan di Bawah Langit Lockdown
Masjid Raya Paris di Prancis yang ditutup semasa lockdown (foto: france3-regions.francetvinfo.fr/Ian Langsdon)
Masjid Raya Paris di Prancis yang ditutup semasa lockdown (foto: france3-regions.francetvinfo.fr/Ian Langsdon)
Sudah memasuki episode ketiga sejak 13 April lalu, lockdown membuat umat muslim Prancis yang berjumlah sekitar 5 hingga 9 juta jiwa harus ikhlas menjalankan ibadah puasa di dalam "kurungan" tidak bisa berbaur dan merasakan kebersamaan secara real seperti tahun-tahun sebelumnya. (Baca Selengkapnya)

4. Inilah 5 Sebab Sebuah Saham Dihargai Begitu "Murah"
ilustrasi saham murah| Sumber: Getty Images via investingengineer.com
ilustrasi saham murah| Sumber: Getty Images via investingengineer.com

Untuk menilai mahal-murahnya sebuah saham, ada dua rasio yang bisa dipakai, yakni Price Earning Ratio (PER) dan Price Book Value (PBV). PER adalah rasio yang membandingkan antara harga saham dan laba per lembar saham (EPS), sementara PBV membandingkan harga saham dan nilai buku-nya. (Baca Selengkapnya)

5. Mengasah Kreativitas Bercanda di Media Sosial Seperti Sawityowit

Ilustrasi bermedsos yang dapat mengusir kebosanan. Gambar: Thinkstock via Kompas.com
Ilustrasi bermedsos yang dapat mengusir kebosanan. Gambar: Thinkstock via Kompas.com
Salah satu tagar yang sempat dan masih menjadi kehebohan di Twitter adalah #Sawityowit. Usut punya usut, tagar tersebut ternyata memiliki sejarah.

Jika merujuk pada namanya, Sawityowit memiliki kepanjangan "Sahur With Your Twitter". Dari nama panjangnya itu, Sawityowit menjadi jelas bahwa tagar ini berkaitan erat dengan momen Ramadan.

Semakin menarik ketika diketahui bahwa Sawityowit ini diprakarsai oleh duo Vincent-Desta (Vindes) dan Arie Dagienkz. (Baca Selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x