Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

[Populer dalam Sepekan] Klasifikasi Negara Maju Indonesia hingga Mitos Hidup Murah di Jogja

1 Maret 2020   18:18 Diperbarui: 1 Maret 2020   21:08 2888
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
lustrasi peta Indonesia (sumber: THINKSTOCKS/NARUEDOM)

Dengan dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara-negara berkembang, maka Amerika Serikat akan memperlakukan Indonesia selayaknya negara maju.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh United State Trade Represrntative (USTR) pada 10 Februari 2020, yang kemudian berdampak pada Special Differential Treatment (SDT) yang ada dalam kesepakatan WTO Agreement on Subsidies and Countervailing Measures tidak lagi berlaku untuk Indonesia.

Sepintas memang ini menjadi isu bisnis saja, antara Amerika Serikat-Indonesia. Pasalnya, kebijakan itu dilakukan pemerintah Donald Trump untuk mengurangi jumlah negara-negara yang selama ini dianggap mendapatkan perlakuan istimewa.

Namun, selain kabar akan status kenegaraan Indonesia, masih ada konten menarik lainnya yang populer di Kompasiana pada pekan kemarin seperti fenomena Ibu Sitti dari KPAI tentang perempuan bisa hamil di kolam renang hingga mitos hidup murah di Jogja.

Berikut 5 artikel menarik dan terpopuler di Kompasiana:

1. Paman Sam yang Menganggap Ibu Pertiwi Sudah Maju

Ketika penetapan status kenegaraan Indonesia sudah dianggap maju oleh Amerika Serikat, seperti halnya Kompasianer Ferguso, kita pasti ingat bagaimana dulu guru kita memberitahu kita bagaimana Indonesia kala itu.

Sepintas, bahkan, dalam bayangan Kompasianer Ferguso bahwa Amerika itu seperti senjata dari seorang pahlawan. yang super.

Negara kita, ingatnya, saat ini adalah negara yang masih tertinggal. Masih banyak masyarakat kita yang belum sekolah dan belum hidup layak.

"Lihat saja di sekitar kalian, anak-anak masih banyak yang tidak ke sekolah. Karena alasan ekonomi," tulis Kompasianer Ferguso. (Baca selengkapnya)

2. Ibu Sitti dan Fenomena "Digital Mob Lynching"

Tidak sulit untuk mencari kontra-produktif dari pernyataan Sitti Hikmawatty, dari KPAI, mengenai perempuan yang bisa hamil di kolam renang.

Kita bisa mencari-cari literatur terkait atau meminta pendapat dari ahlinya mengenai itu. Akan tetapi, yang kemudian tidak terkontrol di media sosial adalah bagaimana warganet melihat sosok Ibu Sitti Hikmawatty.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun