Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

[Populer dalam Sepekan] Hadirnya Kerajaan-kerajaan Fiktif | PHP ala Staf HRD | Manisnya Kadu Baduy

26 Januari 2020   22:22 Diperbarui: 27 Januari 2020   08:28 2280
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi mahkota raja. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Secara umum, tulis Kompasianer Yon Bayu, sangat mungkin kemunculan fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi sosial politik saat ini.

"SebagaI katarsis dari ketidakberdayaan, keputusasaan masyarakat menghadapi berbagai persoalan," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

2. Bagi Kami, Keraton Agung Sejagat adalah Pahlawan!

Sebagai warga Purworejo, Kompasianer Irfan Prasetyo terkejut atas hadirnya sebuah kerajaan di tempat tinggalnya.

Tiba-tiba saja, tulisnya, lahir sebuah kerajaan lengkap dengan raja-ratu beserta abdi dalemnya.

Atas viralnya kejadian Keraton Agung Sejagat yang ada di Purworejo dengan penuh canda Kompasianer Irfan Prastyo menjelaskan "Purworejo mananya Magelang?", "Sebelah mananya Jogja?", cukup sebut Keraton Agung Sejagat orang pasti mengenalnya.

"Ya walaupun mungkin ramainya hanya ketika viral saja, namun lokasi keraton fiktif yang tengah ditelusuri izin dan kepemilikannya itu bisa saja dimanfaatkan untuk lokasi pasar malam atau untuk event bulanan dan tahunan," tulis Kompasianer Irfan Prasetyo. (Baca selengkapnya)

3. Naikkan Posisi Tawar di Tangga Karier

Bagi yang aktif di dunia perbukuan, pasti tidak asing dengan nama Bambang Trim, bukan?

Pada esainya kali ini, ia menceritakan dinamika sebagai karyawan sejak tahun 1995, lalu pensiun pada tahun 2011 di bidang penerbitan buku.

"Ada satu hal berharga yang saya pelajari dari perusahaan pertama yaitu belajar rela untuk tidak memilih-milih pekerjaan. Apa pun saya lakukan kala itu, bahkan mendampingi sopir untuk mengantar parsel lebaran ke para penulis juga saya jalani," tulisnya.

Dengan posisi tawar yang menaik sebagai penulis, editor, dan juga memahami desain buku, tangga karier pun satu per satu Bambang Trim jejaki.

"Jabatan saya naik sebagai kepala bagian, asisten manajer, lalu manajer," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

4. Mengungkap Maksud Ucapan "Tunggu Informasi Selanjutnya" dari Staf HRD pada Sesi Wawancara Kerja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun