Kompasiana News
Kompasiana News Editor

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Ketika Sepak Bola Memberi Inspirasi di Bulan Suci

13 Mei 2019   06:10 Diperbarui: 15 Mei 2019   12:43 395 4 0
Ketika Sepak Bola Memberi Inspirasi di Bulan Suci
Striker Liverpool, Mohamed Salah; pelatih Juergen Klopp; bek Virgil van Dijk; dan gelandang James Milner (kelima, keempat, ketiga, dan paling kanan) serta para pemain Liverpool lainnya merayakan kemenangan atas Barcelona bersama para pendukung di akhir laga kedua semifinal Piala Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.  | Foto: PAUL ELLIS / AFP 

Bulan suci ramadhan baru saja memasuki minggu pertama, tetapi kemenangan seperti sudah bisa dirasakan lebih cepat. Ya, setidaknya bagi mereka yang menyaksikan laga kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool dan Barcelona pada Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, sambil santap sahur.

Laga tersebut dianggap bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ada dramatisasi, pesimisme, hingga kekonyolan tersaji dalam satu waktu.

Bahkan sebelum sepak mula pertandingan itu ada anggapan bagaimana mungkin Liverpool bisa membalik defisit tiga gol sementara lawannya Barcelona?

"Apalagi Liverpool mendapatkan kabar buruk, dua penyerang utama, Mohamed Salah dan Roberto Firmino dipastikan tidak akan bisa tampil karena cedera," tulis Kompasianer Hadi Santoso.

Dan keajaiban itu terjadi, Liverpool mampu membuat Messi dkk. bertekuk lutut di Stadion Anfiled, 4 gol tanpa balas.

Selain euforia lolosnya Liverpool ke final Liga Champions, masih ada cerita dan kiat menjalani bulan ramadhan di Kompasiana. Berikut 5 artikel populer pekan lalu di Kompasiana:

1. Makna Kemenangan Liverpool bagi Sepak Bola di Era "Mantra Statistik"

Liverpool menjadi tim ketiga dalam sejarah Liga Champions yang mampu memenangi laga semifinal setelah kalah tiga gol di leg pertama. Sebelumnya ada Panathinaikos di tahun 1971 dan Barcelona tahun 1986.

Pertandingan Livepool dan Barcelona, menurut Kompasianer Hadi Santoso, seakan menegaskan bahwa sepak bola ternyata belum kehilangan sisi paling menariknya: misteri.

"Inilah pesona sepak bola, kemenangan Liverpool telah menyelamatkan sepak bola dari kecenderungan terkini yang pernah dikeluhkan mendiang legenda Brasil, Socrates, sebagai kian "mekanik"," lanjut Kompasianer Hadi Santoso.

Liverpool telah mampu memutar balik prediksi menjadi sesuatu yang pasti di bulan yang suci.

"Kami menang karena mereka memiliki mental luar biasa," ujar Jurgen Klopp setelah pertandingan. (Baca selengkapnya)

2. Madrasah Ramadan dan "Momen-momen Pembebasan" yang Sederhana

Sebuah kemenangan gilang gemilang dari pertarungan terbesar manusia, tulis Kompasianer S. Aji, adalah pertarungan melawan hawa nafsu!

Bulan puasa bagi perokok itu tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tapi menahan nafsu untuk tidak membakar sebatang rokok dalam waktu yang cukup lama.

"Maka sebulan Ramadan menjadi madrasah yang saya bersihkan dari jejak-jejak asap," tulis Kompasianer S. Aji.

Awalnya karena kehadiran anaknya dan mulai ada larangan untuk tidak merokok di dalam rumah, sampai akhirnya ia memaksakan diri untuk berhenti total. (Baca selengkapnya)

3. Mengatur Tidur, Sebuah Tantangan Selama Bulan Ramadan

Ada yang perlu diperhatikan selama bulan puasa selain asupan gizi agar tetap sehat, tetapi mengatur pola tidur. Hal ini juga bisa berefek pada ibadah lain yang bisa dilakukan selama bulan puasa.

Seperti halnya makan, tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang perlu dipenuhi. Jadi wajar saja ketika rutinitas selama Ramadan menjadi tidak seperti hari biasanya, seperti yang signifikan adalah pola tidur yang berubah.

Untuk bisa memaksimalkan tidur, Kompasianer Listhia HR memberikan kiat mengatur pola tidur selama ramadan.

Mengejar kuantitas atau jumlah waktu tidur yang cukup (7-8 jam untuk orang dewasa) selama Ramadan nampaknya memang menyulitkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2