Kompasiana News
Kompasiana News Editor

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Artikel Utama

Setelah Pemilihan Presiden 2019 Usai...

22 April 2019   07:44 Diperbarui: 28 April 2019   23:26 658 10 3
Setelah Pemilihan Presiden 2019 Usai...
Petugas mengangkut logistik KPU di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/04/2019). (Fot0: Kompas.com/Garry Lotulung)

Pada akhirnya pesta demokrasi telah kita laksanakan bersama. Jalan panjang para kandidat kini tinggal menunggu hasil akhirnya. Rakyat Indonesia sudah menggunakan hak pilihnya atas apa yang mereka yakini.

Tentu tidak sedikit di antara kita berselisih paham dengan orang-orang terdekat dalam urusan pemilihan umum. Dan itu wajar-wajar saja. Bahkan seperti itulah demokrasi bekerja: mampu menerima perbedaan dan bisa berjalan beriringan.

Lewat momen inilah kami mengajak Kompasianer, selama masa kampanye yang lalu, untuk turut serta menjadi bagian dalam pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden.

Kompasianer bisa secara terbuka memberi dukungan dengan menulis artikel-artikel positif guna meyakini orang lain --paling tidak untuk diri sendiri-- bahwa pilihannya adalah pilihan yang tepat.

Selama kami membuka fitur "Dukung Paslon" hingga menjelang hari pencoblosan, ada lebih dari 300 artikel yang masuk dari kedua pasangan calon. Yaitu, 235 artikel dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan 149 dukungan untuk Prabowo Subinto-Sandiaga Uno.

Berikut ini artikel-artikel yang coba kami himpun yang semoga dapat menggambarkan bagaiamana proses kampanye berjalan. Terima kasih kepada penulis yang sudah ikut urun rembuk berbagi konten-konten posistif. Semoga pembaca sekalian bisa mengambil manfaatnya.

tangkapan layar
tangkapan layar "Dukung Paslon" di laman Kotak Suara, Kompasiana

Dukungan kepada Joko Widodo dan Ma'ruf Amin

1. Menyigi Kesaktian Tiga Kartu "Sakti" Baru Jokowi

Yang menjadi menarik untuk dibahas oleh Kompasianer Bobby adalah saat Presiden Jokowi dalam Konvensi Rakyat "Optimisme Indonesia Maju" di Sentul.

Di sana, Jokowi menyampaikan akan meluncurkan tiga kartu baru, yaitu: (1) Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang berlanjut hingga dapat membiayai kuliah; (2) Kartu Sembako Murah; dan (3) Kartu Pra Kerja.

Kehadiran 3 kartu "sakti" baru itu, menurut Kompasianer Bobby, akan menambah ramai kartu bansos di masa pemerintahan Jokowi. Mengutip ucapan pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, meski ada kelemahan, ketiga program tersebut juga berdampak positif.

"Program KIS, misalnya, bisa memberikan bantuan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, KIP mampu meningkatkan SDM di Indonesia," lanjutnya.

Lantas bagaimana 3 kartu sakti Jokowi ini akan bekerja maksimal?

Manurut Kompasianer Bobby, KIP dan KSM memiliki kesamaan gagasan dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH telah dijalankan Kemensos dengan banyak kisah sukses. Beberapa keluarga penerima PKH mampu meningkatkan daya beli mereka berkat bantuan PKH," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Pariwisata Meningkat Tentu Layak Dilanjutkan

Perlu kita tahu, bahwa sampai pada tahun 2017 Pariwisata Indonesia berkontribusi 10% terhadap PDB nasional, nominal tertinggi di ASEAN.

PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% hingga 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri pertanian, manufaktur otomotif dan pertambangan. Hal ini membuat sektor pariwisata menduduki peringkat ke-4 penghasil devisa nasional, sebesar 9,3% dibandingkan dengan industri lain.

Atas dasar itu Kompasianer Yuniarto Hendy menilai kalau ksempatan kerja di bidang pariwisata dapat lebih ditingkatkan apabila sektor pendidikan yang menghasilkan SDM terkait pariwisata juga dapat dimajukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3