Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Juru Kampanye Sudah Punya Strategi Apa Guna Menggaet Swing Voters?

1 April 2019   07:07 Diperbarui: 4 April 2019   22:53 175 5 2
Juru Kampanye Sudah Punya Strategi Apa Guna Menggaet Swing Voters?
Ilustrasi Swing Voters (Sumber: pixabay.com/mohamed_hassan)

Jika merujuk data yang dikeluarkan Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bahwa, pemilih muda memang lebih dari 50% yang jika dikategorisasi hingga usia 35 tahun maka jumlahnya mencapai 79 juta.

Namun tidak hanya itu, 70 persen di antaranya sudah memiliki pekerjaan dan 30 persen lainnya tidak memiliki pekerjaan, seperti ibu rumah tangga.

Mengingat survei terbaru Litbang Kompas terkait elektabilitas, selisih elektabilitas antara kedua pasangan calon kini tinggal 11,3 persen. Kini kedua pihak berupaya menggaet swing voters atau masyarakat yang belum menentukan pilihan dalam sisa waktu menuju Pilpres 2019.

Hal itu berbeda bagi swing voters yang masih belum yakin dengan pilihannya dan akan menjadikan penampilan kedua pasangan calon dalam debat sebagai pertimbangan untuk memilih.

Selain ramainya perbincangan pasca debat keempat, yaitu melihat bagaimana materi-materi kampanye dalam debat bisa dikampanyekan sehingga mampu menggaet swing voters, masih ada artikel menarik lainnya seperti kiat ketika berbelanja di minimarket hingga bubarnya ISIS dan nasib eks-ISIS asal Indonesia.

Berikut 5 artikel terpopuler di Kompasiana selama sepekan ini:

1. Sisi Humanis dalam Game PUBG

Ketika kejadian di Selandia Baru, seperti yang kita tahu,  pelaku penembakan menyebutkan salah satu game ternama yang bergenre battle royale juga (Fortnite) sebagai referensi bagi dia untuk latihan menembak.

Atas dasar itu, dampaknya di Indonesia menurut Kompasianer Ulan Hernawan mmebuat game yang sedang populer dengan genre yang sama menjadi bahan kajian oleh MUI apakah layak haram atau tidak?

Namun, lanjutnya, dalam game PUBG terdapat beberapa sisi humanis yang membuat itu menjadi positif seperti pemilihan karakter.

Saat mulai memainkan game ini di awal, kita akan disuguhkan dengan memilih karakter, boleh perempuan atau laki-laki.

"Artinya, game ini tidak membatasi gender, baik perempuan atau laki-laki diperbolehkan memainkan karakter apapun," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Lakukan Hal Ini Jika Barang yang Kamu Bayar di Kasir Beda dengan yang Tertera di Rak

Kompasianer Haryadi Yansyah menceritakan pengalamannya ketika berbelanja ternyata mengalami perbedaan antara yang tertera di rak dan saat membayar di kasir.

Untunglah ketika itu barang belanjanya bisa dibatalkan dan proses pengembalian dana berlangsung cepat.

"Yang penting sebagai konsumen kita harus teliti dan berhati-hati. Saya pribadi, biasanya jarang melihat struk belanjaan. Eh pas banget kemarin itu saya iseng cek karena belanjaan juga nggak begitu banyak," tulisnya.

Posisi label harga bisa saja tidak tepat sehingga harus dicocokkan lagi antara spesifikasi barang dengan spesifikasi yang ada di label harga yang tertempel di rak. (Baca selengkapnya)

3. Merebut Ceruk Swing Voters

Serangkaian fase pemilu telah dilewati, mulai dari pendaftaran hingga sejumlah debat tersisa dan kampanye terbuka (face to face informal) yang tengah getol dilakoni para paslon Capres-Cawapres.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2