Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Menjadi Pelengkap yang Menjanjikan untuk Piala Dunia 2018

12 Juni 2018   06:52 Diperbarui: 15 Juli 2018   23:57 2114 6 3
Menjadi Pelengkap yang Menjanjikan untuk Piala Dunia 2018
FIFA World Cup Russia 2018/FIFA.com

Mana yang jadi pelengkap, makan nasi dicampur mi instan atau makan mi instan pakai nasi? Tentu itu dua hal berbeda meski keduanya adalah variabel yang sama.

Begini. Pelengkap, biar bagaimanapun, porsinya pasti jauh lebih sedikit. Dan yang dominan, tentu saja, sebagai inti. Ini merupakan logika paling sederhana dari proposisi. Dan pada akhirnya kita tidak bisa menjawab mana yang jadi pelengkap. Sebab di antara dua pernyataan tersebut tidak kita ketahui mana lebih dominan.

Lain lagi dengan sepakbola. Meski sebulat apapun bentuknya bola, kita dengan mudah menerka dan mengira: tim mana yang unggul dan bukan. Sudah begitu, sebelum pengundian, tim-tim sudah dipisahkan seperti itu.

FIFA sebagai badan tertinggi sepakbola, punya hitung-hitungannya sendiri untuk menentukan. Biasanya merujuk pada peringkat akhir pada masa waktu tertentu. Lalu barulah dibagi menjadi beberapa Pot baru kemudian dilakukan pengundian.

Nah, pada saat diundi, misalnya, tim-tim yang ada pada Pot 1 berisi tim teratas hingga seterusnya. Ini yang kemudian membuat dalam satu grup tidak ada lebih dari satu tim unggulan. Dan yang masuk pada pot terakhir, besar kemungkinan adalah "pelengkap".

Jadi, sekali lagi, ketika bahasannya adalah tim unggulan dan bukan, maka yang menentukan adalah peringkat, bukan sejarah panjang sebuah tim.

Dari itu kami mencoba merangkum bagaimana tim pelengkap ini mengisi kejuaraan akbar Piala Dunia 2018. Tidak banyak, hanya 5 negara saja. Berikut:

1. Nigeria

Alex Iwobi/Foufourtwo.com
Alex Iwobi/Foufourtwo.com
Sepakbola dari tanah Afrika selalu menyajikan permainan menyerang yang cepat. Kekuatan fisik dipadupadankan dengan kemampuan individu setiap pemain adalah berkah luar biasa. Lalu berjoget setelah mencetak gol menjadi bonus belaka. Dan kostum dengan motif yang unik adalah keniscayaan.

Berada satu grup bersama Argentina, Eslandia dan Kroasia, nampaknya segala yang dipunya Nigeria serasa sedikit bisa diunggulkan. Tapi, sampai saat ini, Nigeria belum menemukan komposisi yang tepat.

Lihat saja bagaimana mereka dengan mudah takluk 2-1 dari Inggris pada laga uji coba. Kemudian kalah lagi 0-1 dari Republik Ceko.

Sedangka mereka hanya menang 2-1 dari tim sekela Uganda. Tentu ini catatan buruk untuk menerka kemampuan mereka pada kejuaraan Piala Dunia.

Satu-satunya peluang Nigeria, paling tidak, ada pada pertandingan melawan Eslandia. Ini akan menjadi pertandingan menarik: adu taktik kontra kemampuan individu pemain.

2. Swiss

granit xhaka/skysports.com
granit xhaka/skysports.com
Dilihat dari barisan skuatnya, kalau tidak keberatan dikatakan, Swiss adalah pelengkap paling "sempurna". Sebut saja nama-nama seperti Xherdan Shaqiri, Valon Behrami, Granit Xhaka, Haris Seferovic, Admir Mehmedi dan, pemain baru Arsenal: Stephan Lichtsteiner.

Pada pergelaran Piala Dunia 2014, mereka berhasil lolos dari fase grup. Lalu kalah. Tapi motivasi anak asuh Vladimir Petkovic, di edisi kali ini, bisa saja berlipat bila melihat sepak terjang mereka di Piala Eropa 2016 di mana Swiss lolos dari fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Rasanya semangat itu mesti kembali dibawa kalau tak ingin keikutsertaan Swiss pada Piala Dunia sebatas wisata ke luar negeri saja. Atau, itu tadi, sebagai pelengkap paling "sempurna".

3. Peru

Timnas Peru/FIFA.com/Buda Mendes/Getty Images
Timnas Peru/FIFA.com/Buda Mendes/Getty Images
Berada bersama Prancis, Australia dan Denmark, sepertinya Peru akan menjadi pewarna lain dari setiap pertandingan di Grup C. Gaya main yang khas Amerika Latin akan bersanding dengan kecepatan-kecepatan pemain Eropa (juga Oceania).

Sebagai pembanding, Peru telah menjalani pertandingan uji coba menjelang Piala Dunia 2018 dengan sangat baik: menang atas Skotlandia 2-0 dan mengalahkan Islandia dengan skor 3-1. Sebuah catatan impresif. Namun, lawan-lawannya nanti adalah tim-tim besar yang punya pengalaman jauh lebih baik dari mereka, Prancis dan Denmark, dua di antaranya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2