Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media highlight headline

Daripada Pakai yang Bajakan, Cobalah Software Office Gratis Ini

11 Agustus 2017   19:14 Diperbarui: 12 Agustus 2017   10:03 707 2 0
Daripada Pakai yang Bajakan, Cobalah Software Office Gratis Ini
Ilustrasi. PCMagz

Jakarta - Pengguna komputer atau gawai tentu tidak asing lagi dengan perangkat lunak Office. Office adalah sekelompok software yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mengetik, membuat tabel, dll.

Perangkat lunak ini sejatinya berbayar, namun seringkali kita mengakalinya dengan menggunakan software bajakan. Tapi tahukah Anda bahwa ada beberapa software Office yang bisa digunakan secara gratis dan bukan bajakan? Artikel ini adalah salah satu artikel pilihan hari ini selain itu ada pula ulasan tentang kasus komedian Acho dan tentang penangkapan Tora Sudiro.

Berikut ulasan selengkapnya.

1. Software Office Gratis? Memangnya Ada?

Ilustrasi. Visa
Ilustrasi. Visa

Seperti yang dituliskan sebelumnya, biasanya para pengguna komputer atau gawai menginstal aplikasi Office bajakan di laptop atau gadget mereka. Ini dilakukan agar mereka dapat menggunakannya secara gratis.

Padahal ada beberapa aplikasi Office yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Misalnya LiebreOffice, yang biasanya sudah terinstal secara cuma-cuma jika kita menggunakan Linux. Ada pula OpenOffice yang juga memiliki fungsi yang sama dengan Microsoft Office yang berbayar. Yang lainnya, ada WPS Office. Apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing software ini? Baca selengkapnya melalui tautan di bawah ini.

Selengkapnya.

2. Dinamika Fresh Graduate di Dunia Kerja

Ilustrasi. Shutterstock
Ilustrasi. Shutterstock

Memasuki dunia kerja berarti masuk ke dunia nyata. Itulah yang banyak dikatakan orang-orang saat pertama kali lulus kuliah. Tentu saja banyak sekali dinamika hidup sebagai fresh graduate atau lulusan baru di dunia kerja. Sikap idealis dan realistis kadang bertentangan dalam melihat sebuah peluang kerja.

Begitu pula dengan apa yang diceritakan oleh Kompasianer ini. Tidak sedikit para fresh graduate yang terjangkit gaya hidup yang hedonis saat pertama kali bekerja. Di saat itulah prinsip dan idealisme seharusnya dipegang.

Ulasan ini menarik untuk dibaca terutama bagi kalian yang baru pertama kali masuk di dunia kerja.

Selengkapnya.

3. Arsenal dan Ujian Konsistensi

Ilustrasi. Skysport.com
Ilustrasi. Skysport.com

Liga Inggris memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Ada segudang tim sepak bola hebat lahir di sana. Salah satunya adalah Arsenal. Bicara soal Arsenal tentu pasti akan teringat pada masalah konsistensi permainan.

Arsenal sejatinya bisa dibilang salah satu klub besar dengan prestasi yang tidak bisa diremehkan di tanah Britania, tapi dalam satu dekade belakangan ini konsistensi Arsenal patut dipertanyakan. Biasanya The Gunners hanya bagus pada setengah kompetisi awal atau setengah kompetisi akhir. Inilah masalah yang membuat mereka stagnan di klasemen papan tengah.

Selengkapnya

4. Kasus Acho: Covering Both Sides Melindungi Tulisan dari Jeratan Hukum

Komedian Acho. Kompas.com
Komedian Acho. Kompas.com

Komedian Acho dipolisikan oleh pihak Apartemen Green Pramuka karena dianggap mencemarkan nama baik. Hal ini bermula dari curhatan Acho di blognya atas kekecewaannya pada pelayanan pengelola apartemen Green Pramuka.

Dalam tulisannya Acho melampirkan beberapa bukti bahwa keluhan-keluhannya ini memang benar adanya. Namun yang jadi pertanyaan apakah Acho sudah mengonfirmasi hal ini sebelumnya pada pihak pengelola? Kesalahan yang terjadi adalah curhatan Acho tidak cover both sides.

Ulasan menarik soal kasus Acho ini bisa Anda baca lewat tautan berikut

Selengkapnya.

5. Penangkapan Tora Sudiro Tak Harus Heboh

Tora Sudiro ditangkap kepolisian. Kompas.com
Tora Sudiro ditangkap kepolisian. Kompas.com

Tora Sudiro beberapa waktu lalu ditangkap pihak kepolisian atas kepemilikan Dumolid yang diketahi adalah salah satu psikotropika. Kasus ini membuat salah satu dokter di Kompasiana berkomentar. Menurutnya, Dumolid hanyalah sebatas obat penenang, bukan narkotika. Sehingga tidak seharusnya penangkapan Tora Sudiro ini dibuat sedemikian heboh.

Dumolid adalah obat penenang golongan benzoidiazepine dan tidak dijual bebas.Kalaupun ingin membeli, harus dengan resep dokter. Tora Sudiro pun tidak sepenuhnya salah, yang patut ditangkap adalah pihak yang menjual Dumolid tanpa resep dokter ini.

Kendati demikian jika memang sudah ketergantungan pada Dumolid, maka yang bersangkutan harus mendapatkan terapi.

Selengkapnya

(yud)