Humaniora

Rabu Abu Berbalut Hari Kasih Sayang

14 Februari 2018   10:51 Diperbarui: 14 Februari 2018   10:54 229 0 0
Rabu Abu Berbalut Hari Kasih Sayang
foto: cdninstagram.com

PROLOG

-----------

DOA BERSAMA UNTUK BANGSA OLEH GUS DURIAN DI GEREJA SANTA LIDWINA-BEDOG

Rasanya sangat adem dan damai saat membaca redaksi undangan seperti di atas hari ini.

3T : TENANG TAK TERPROVOKASI

-----------------------------

Hari ini Gereja Katolik telah masuk ke dalam masa Prapaskah yang ditandai dengan Misa Rabu Abu.

Masa meditatif-reflektif bagi umat Gereja Katolik dalam hidup.

Hal ini pun diinternalisasikan Gereja Katolik lewat masa Puasa dan Pantang selama 40 hari.  

Yesus saat berpuasa di padang pasir sempat dicobai oleh iblis dan dengan cerdas tanpa terprovokasi Yesus bisa melewati cobaan iblis dengan luhur dan mulia.

Dewasa ini banyak iblis-iblis zaman now berwujud manusia yang juga terus datang dan masiv mencobai kita.

Mari tetap tenang dan tak terprovokasi seperti strategi Yesus saat dicobai iblis di padang gurun.


VALENTINE KONTEKSTUAL ZAMAN NOW

-------------------------

Menjadi sebuah kebetulan bahwa hari Rabu Abu bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang-atau yang selama ini dikenal dengan Valentine.

Kita (mungkin) perlu merubah pola pikir memandang Valentine, sehingga cara kita merayakannya pun bisa berubah dan lebih holistik.

Tidak hanya memandangnya secara kerdil dan konvensional sebagai moment tukar cokelat, moment tukar boneka antar pacar dan sejenisnya.

Arah gerak dari Gus Durian untuk menginisiasi aksi solidaritas bertajuk Doa Bersama Untuk Bangsa di Gereja Katolik St. Lidwina-Bedog, menurut saya adalah contoh riil bagaimana roh Kasih Sayang diaktualisasikan dengan lebih praktis di hari Valentine ini-Valentine Zaman Now.

Sungguh sebuah peristiwa yang membuat damai.


Mari menjadi ASI (Agen toleranSI).