Mohon tunggu...
LuhPutu Udayati
LuhPutu Udayati Mohon Tunggu... penenun kata

Semua ada waktunya

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Meneroka Kelas Sunyi

16 Agustus 2020   13:49 Diperbarui: 22 Agustus 2020   18:42 204 34 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Meneroka Kelas Sunyi
Ilustrasi via pexels.com/@pixabay

(kepada pemilik putih abu-abu)

Apa yang terpaut,
Saat musim mengutuki kita,
saat badai mencederai peri kehidupan?

Mendegilkan rasa

Lantaran semesta bergeming
memetik nafas insani

Satu
Satu

Menerbangkannya ke Surga
: Milik Tuhan

Gagap tawamu, hatimu, cintamu, kebebasanmu, tersangkut di antara,

Google clasroom
Googlemeet
Googleform
dan aku,
meneroka sunyi, memeluk sepi...

Bilamana berlalu lara ini?
Tanyamu menggantung pada empat dinding kamar
Menggenapi segala takut yang paling takut
Gaungnya terlempar, entah

Kusebut saja puisi,

Jika mengingatmu beberapa jenak
karena rindu terlalu larut

Di antara kelas halusinasi

stigma kelas pandemi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
16 Agustus 2020