Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Ketika Milenial Melirik Sektor Pertanian

4 November 2021   21:42 Diperbarui: 5 November 2021   05:30 542 28 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi: Seorang warga tengah mengecek tanaman brokoli di Lembang saat peluncuran Kick-off Petani Milenial. (Diolah Kompasiana dari foto: KOMPAS.com/RENI SUSANTI)

Kompasianer, apakah kamu tertarik menjadi Petani Milenial bila program tersebut diselenggarakan di daerahmu?

Saat ini Jawa Barat telah menerima 8000-an berkas pendaftaran dari anak muda di daerahnya yang tertarik menjadi Petani Milenial.

Program ini bertujuan mengembangkan pertanian daerah dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. Pendaftar yang diterima akan dibekali permodalan berikut lahan untuk diolah.

Bisa jadi langkah Pemprov Jabar tersebut guna mengakomodasi visi pemerintah untuk menciptakan 2,5 juta petani milenial pada 2024. Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa anak muda memerlukan program dan insentif/pembekalan untuk menjadi petani?

Apakah sesungguhnya milenial enggan berkecimpung di sektor pertanian? Apa penyebabnya? Bagaimana opinimu?

Memang, penyerapan tenaga kerja pada sektor ini mengalami penurunan yang gradual. Perubahan itu dapat berdampak pada menurunnya produktivitas sektor agraris yang berpengaruh pada krisis pangan.

Kompasianer, bagaimana menurutmu sebaiknya langkah yang diambil agar milenial ini berminat terjun ke sektor pertanian? Dan jika kamu adalah salah satu yang berminat dengan program Petani Milenial, apa alasan dan pertimbanganmu?

Jika Kompasianer adalah orangtua, bagaimana tanggapan Kompasianer bila anak kesayangan memilih untuk berprofesi sebagai petani?

Bagikan opini kamu di Kompasiana dengan menyematkan label Petani Milenial pada tiap konten yang kamu buat.

Optimasi kontenmu di Kompasiana!
Optimasi kontenmu di Kompasiana!

Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan