Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Etika Mengajukan Izin Sakit dan Cuti Kerja

2 Juni 2021   23:41 Diperbarui: 3 Juni 2021   05:00 871 12 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Etika Mengajukan Izin Sakit dan Cuti Kerja
ilustrasi merasa tidak enak badan. (Diolah kompasiana dari sumber SHUTTERSTOCK/fizkes via kompas.com)

Ketika badan merasa tidak enak, kadang seorang karyawan memaksa untuk tetap kerja karena telanjur memiliki tanggung jawab yang belum selesai.

Atau ketika ingin menggunakan jatah cuti hanya untuk sekadar leyeh-leyeh di rumah pun, kadang kita merasa tak enak kepada rekan kerja yang lain. Tapi, bukankah itu hak kita?

Padahal ketika dipaksakan masuk kerja pun, kinerja menjadi tidak maksimal. Tidak fokus, jenuh, dan apalagi kalau harus sembari menahan rasa sakit.

Kompasianer, kalau kamu lebih pilih mana? Memaksakan diri masuk, atau tetap mengajukan cuti/izin? Atau apakah kamu punya pengalaman terpaksa berbohong supaya mendapat izin atau cuti?

Pasalnya, belakangan ini viral sebuah video berisi seorang pria yang menyebut jika karyawan sering izin sakit maka dia sedang menyabotase bisnis. Kalau sudah berpendapat begitu, jangan-jangan ia sering dibohongi karyawannya ya?

Kompasianer, bagaimana sesungguhnya etika cuti dan izin yang baik menurutmu? Bagaimana prosedur pengajuan di kantormu? Apa kendalanya? Bagaimana respons rekan kerja dan atasan setiap kali kamu mengajukan cuti/izin?

Sila Kompasianer ceritakan dengan menambahkan label Izin Kerja pada tiap konten yang dibuat. Masukkan ke subkategori "Worklife".

Dok. Kompasiana
Dok. Kompasiana

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN