Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Paskah yang Berbeda

10 April 2020   00:13 Diperbarui: 10 April 2020   01:22 345 13 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Paskah yang Berbeda
Gambar diolah dari Kompasiana dari pos-kupang.com/Robert Ropo

Tampaknya Paskah tahun ini akan menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan seluruh dunia. Pula kisah Paskah dapat pula dimaknai sebagai harapan baru bahwa kebangkitan kelak akan datang: wabah ini akan segera berlalu.

Tetapi pertama-tama, umat harus terlebih dulu berdamai dengan suasana Paskah di situasi pandemi. Tidak ada tenda-tenda tambahan yang biasanya dididirikan untuk menampung umat yang membludak di gereja. Yang terjadi adalah duduk di rumah, mengikuti jalannya ibadah melalui tayangan langsung yang disiarkan dari gereja.

Memang, di Indonesia perayaan Paskah akan digantikan oleh ibadah online. Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) terus menekankan imbauan untuk beribadah dari rumah kepada umat Kristen Protestan. Sementara Keuskupan Agung pada setiap regional telah menyebarkan jadwal ibadah online untuk umat Katolik se-Indonesia.

Tak hanya Indonesia. Vatikan yang berlokasi dalam Italia sebagai negara yang sangat terpukul oleh Covid-19, Paus telah memutuskan untuk menayangkan pesan Paskah alih-alih secara tradisi berbicara dari balkonnya. Ia juga berpesan supaya umat yang sedang dirundung wabah tetap menaruh perhatian kepada kaum yang membutuhkan.

Kompasianer, bagaimana dengan Anda? Pesan Paskah apa yang Anda hayati tahun ini? Bagaimana pengalaman Anda beribadah dari rumah? Atau Anda yang tidak berpaskah ingin menuliskan doa? Silakan tuangkan dalam konten Topik Pilihan ini dengan menambahkan label Paskah 2020 (menggunakan spasi) pada konten yang dibuat.

Selamat merayakan Paskah, Kompasianer!

VIDEO PILIHAN