Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

[Topik Pilihan] Menembangkan (Kembali) Lagu Daerah hingga Dunia

24 Agustus 2019   18:18 Diperbarui: 2 September 2019   10:12 0 17 1 Mohon Tunggu...
[Topik Pilihan] Menembangkan (Kembali) Lagu Daerah hingga Dunia
ILUSTRASI DIOLAH DARI GAMBAR DEVIANT ART/RAY CHRISTIAN

Indonesia Raya boleh menjadi lagu resmi nasional. Untuk lagu persatuan. Tapi lebih dari itu, Indonesia punya segudang lagu khas berbagai daerah. Kaya dan unik. Namun agak disayangkan eksistensi lagu daerah perlahan meredup dan kurang dimaknai.

Kita bisa melihat dengan secara sederhana dan membandingkan dengan Korean Pop (K-Pop). Para milenial dan generasi selanjutnya saat ini lebih menggandrungi K-pop ketimbang lagu daerah.

Menggandrungi K-pop bukanlah kesalahan apalagi dosa besar. Tapi kita bisa belajar dari situ.

Misal, pemerintah pusat Korsel secara serius menginvestasikan jutaan dollar untuk membangun departemen khusus K-pop di bawah naungan Kementerian Kebudayaannya.

Hasilnya, pada 2016, mengutip The Conversation melalui Kompas.com, komoditas budaya K-pop bisa menjadi sumber penghasilan negara dari pasar global dengan capaian Rp 66,8 triliun.

Kompasianer, bagaimana pendapat Anda tentang fenomena lagu daerah saat ini, dan langkah apa yang harus dilakukan demi membangkitkan eksistensi lagu-lagu daerah hingga mendunia? Atau adakah lagu-lagu daerah yang ingin turut Anda populerkan melalui tulisan di Kompasiana?

Yuk, tuliskan kesemuanya di sini dengan menyematkan label BangkitLaguDaerah (tanpa spasi) pada tiap artikelnya.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x