Kompasiana
Kompasiana Official

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Nasib Pers Nasional dan Minimnya Laporan Narasi Panjang

9 Februari 2018   18:01 Diperbarui: 9 Februari 2018   20:54 662 6 0
Nasib Pers Nasional dan Minimnya Laporan Narasi Panjang
Ilustrasi (clintonpta.org)

Berkat hadirnya internet, media berubah baik secara bentuk dan isi. Naasnya: kehadiran internet tidak dibarengi dengan keluwesan dalam penyajian laporan dari kerja wartawan itu sendiri. Paling tidak, barangkali, ada satu-dua laporan feature yang masih bisa kita nikmati.

Keuntungan hadirnya internet ini tidak berbanding lurus dengan apa yang kita terima. Laporan singkat --dan cenderung kering-- selalu menghiasi sumber referansi informasi. Padahal, seperti yang kita tahu, internet memberi ruang lebih terhadap pelaku media itu sendiri menghadirkan laporan yang (tidak hanya) lengkap, melainkan naratif. Sebuah laporan yang bercerita, berwarna dan jauh lebih komunikatif.

Namun, di antara minimnya penyajian laporan naratif tersebut, hadirlah blog. Ia (baca: blog) memanfaatkan betul peluang dan upaya manfaat internet sebagai penunjang utama.

Liputan-liputan dari beragam kejadian dan peristiwa disajikan tidak terkungkung ketatnya sistem ruang redaksi kantor media. Bahwa setiap orang, dalam hal ini warganet (atau, Kompasianer salah satunya) bisa melaporkan sebuah kejadian yang naratif dan menarik.

Dalam rangka Hari Pers Nasional ini, kami ingin mengajak Kompasianer untuk membuat sebuah laporan panjang yang naratif untuk mengisi rasa haus akan hal tersebut. Mungkin butuh waktu yang lama, tapi pasti akan terbayar dengan hasil liputannya. Jika berkenan, Kompasianer bisa menambahkan label: Laporan Naratif (tanpa spasi) pada setiap artikel.