Kompasiana
Kompasiana Official

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight headline

5 Catatan Kecil Kompasianer di Akhir Tahun 2016

11 Januari 2017   11:58 Diperbarui: 11 Januari 2017   20:35 254 10 3
5 Catatan Kecil Kompasianer di Akhir Tahun 2016
Travel - Kompas.com

Sesuatu yang baru biasanya membawa dampak berbeda dibanding sebelumnya, termasuk momen pergantian tahun dari 2016 menuju 2017. Tahun baru biasanya disertai dengan harapan-harapan baru, pastinya keinginan itu lebih baik dibandingkan sebelumnya. Itulah yang banyak ditulis oleh kompasianer menyambut tahun 2017. Berikut ini adalah harapan-harapan dan momen berharga kompasianer untuk mengusung tahun baru 2017.

1. Mendulang Rezeki dari Terompet dan Malam Tahun Baru

Dokumentasi Penulis (Wayan Budiartha)
Dokumentasi Penulis (Wayan Budiartha)

Sudah menjadi rahasia umum bila tahun baru akrab dengan beberapa barang, salah satunya terompet. Momentum ini dimanfaatkan oleh Jasmin untuk menambah pundi-pundi uang. Selama 30 kali pergantian tahun, ia selalu melakukan tradisi menjual terompet di Kota Bali. Saking lamanya menjual terompet, ia telah mencicipi berbagai macam jenis terompet mulai dari yang berbahan dasar koran hingga berbentuk naga. 

Reportase tentang penjual terompet ini diulas oleh Kompasianer Wayan Budhiarta. Dari catatannya, pria 52 tahun tersebut berjualan terompet di beberapa perempatan daerah Sanur. Perempatan dipilih karena sering dilewati oleh kendaraan. Tak jarang, setiap malam pergantian tahun dia harus kembali ke rumah untuk mengambil dagangannya karena sebelumnya ludes diborong oleh staf hotel untuk merayakan moment pergantian tahun.

Bapak empat anak  yang kesehariannya bekerja sebagai penjual perakakas rumah tangga ini amat terbantu dengan adanya moment tahun baru. Dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan lebih dari Rp. 250.000.

2. Catatan Akhir Tahun 2016

Dokumentasi Penulis (M Firmansyah)
Dokumentasi Penulis (M Firmansyah)

Kompasianer bernama M. Firman menuliskan pengalamannya selama tahun 2016. Walau menurutnya banyak orang jenuh terhadap rutinitas yang biasa dan tidak ada begitu banyak perubahan, Firman malah menikmati rutinitas tersebut. Pada tahun 2016, ia sering bertemu dengan figur hebat serta menimba ilmu dari cendikiawan muslim, itulah salah satu momen berharganya di tahun tersebut.

Menurutnya tahun 2016 menjadi tahunnya isu hoax, head speach dan menyinggung SARA, akibat isu ini sebuah stasiun televisi harus didatangi sebuah ormas untuk mempertanyakan kebijakan direksi. Tiga persoalan tersebut mulai diserang di Twitter, namun naasnya mereka yang mencoba memperbaiki keadaan malah dikatakan munafik, kafir, dan sumpah serapah lainnya.

Kedepannya, Firman berharap bisa terus mengasah minatnya dan terus beriktiar sambil berdoa untuk menjadi pribadi yang lebih baik kelak. Ia juga berharap bisa memiliki karya atau usaha sekaligus dijadikan amalnya di kehidupan lain.

3. Apa Kabar "Keringat Malam" Kalijodo?

Dokumentasi Penulis (Ganendra)
Dokumentasi Penulis (Ganendra)

Kalijodo, sebuah tempat yang dulunya dikenal sebagai sarangnya praktik penjualan manusia kini berubah. Tangan besi Gubernur saat itu, Basuki Tjahaja Purnama berhasil menyulapnya menjadi taman bermain yang ramah bagi anak-anak muda. Wilayah yang dulunya berwajah muram, kini berganti dengan tawa ceria para pengunjung.

Laporan ini dicatatkan oleh Kompasianer Rahab Ganendra. Berdasarkan pantauannya, kini banyak bocah yang memanfaatkan fasilitas seperti skatepark, lapangan futsal, dan area bermain ramah anak di sana. Ramainya pengunjung dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang makanan. Kini Kalijodo mampu bersolek riang.

Pengunjung yang dulunya dijejali dengan pria hidung belang berganti menjadi keluarga yang menikmati indahnya malam di langit Jakarta Utara. Para pengunjung tak segan untuk bersuafoto sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap keindahan Kalijodo.

4. Catatan 2016 Jokowi, Sri Mulyani Reshufle Terbaik Jilid 2

Kompas.com
Kompas.com

Catatan kompasianer mengenai tahun baru mengarah pada jalannya pemerintahan Jokowi-JK. Kali ini pemilik akun Newrevaz memfokuskan tulisannya pada kembalinya “si anak hilang” Sri Mulyani kedalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Keuangan.

Walau pada awalnya cibiran selalu menghantui langkah Sri Mulyani, namun lama kelamaan ia bisa menjawab semua tantangan yang diberikan presiden tentang pertumbuhan ekonomi. Sektor pajak juga diharapkan menjadi pilar utama pendapatan dalam negeri, untuk itu pemisahan Dirjen Pajak dari Departemen Keuangan menjadi satu jawaban.

Menarik untuk disimak bagaimana sepak terjang Sri Mulyani dalam menangani masalah perpajakan Indonesia yang belum diselesaikan dengan baik. Salah satunya dengan Dirjen pajak. Karena Jokowi terpilih sebagai Presiden telah tercuat isu pembentukan Badan Penerimaan Negara yang menggabungkan seluruh jenis penerimaan pajak, bea cukai, serta penerimaan non-pajak lainnya dan lembaga tersebut akan langsung bertanggung jawab terhadap Presiden.

5. Catatan Hukum Akhir Tahun

Megapolitan - Kompas.com
Megapolitan - Kompas.com

Di mata kompasianer Amirudin Mahmud, tahun 2016 merupakan saat di mana pemerintahan Jokowi-JK memfokuskan diri dalam menata hukum di Indonesia. Setidaknya dalam catatan Amirudin terdapat lima fokus utama yang dibenahi yaitu mengenai pelayanan publik, penyelundupan, pelayanan izin tinggal terbatas, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) , dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang over kapasitas.

Hasil pembenahan hukum ini bisa kita lihat, pertama dilihat dari KPK. Lembaga anti rusuah ini melakukan 16 kali oprasi tangkap tangan dan menjebloskan 110 tersangka kedalam bui. Pungutan liar menjadi fokus pemerintah selanjutnya, presiden menginstruksikan untuk membuat tim Satuan Tugas Bersama (Saber) Pungli.

Mafia peradilan juga mencuat di tahun 2016, perbuatan oknum penegak hukum yang menggadaikan sebuah kasus terbongkar. Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi terindakasi melakukan jual beli kasus. Dia disebut sebagai promotor perkara Lippo. Semua keberhasilan di bidang hukum tersebut adalah satu pencapaian luar biasa, namun masalah ini menjadi cerminan bahwa masih banyak pelanggaran hukum yang terjadi di negeri ini.

(LUK/yud)