Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Regional highlight

Ahok-Djarot Kalah, Bagaimana Reaksi Megawati?

21 April 2017   14:00 Diperbarui: 21 April 2017   14:08 323 1 1
Ahok-Djarot Kalah, Bagaimana Reaksi Megawati?
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri didampingi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menyapa simpatisan saat konser Gue 2 di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Konser yang diikuti sejumlah seniman dan budayawan itu sekaligus menjadi kampanye akbar Basuki-Djarot.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan yang diusung PDI Perjuangan bersama sejumlah partai koalisi, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, diprediksi kalah dalam Pilkada DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil real countKPU DKI Jakarta, selisih suara Ahok-Djarot terpaut jauh dari pesaingnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Bagaimana reaksi Megawati merespons kekalahan "jagoan"-nya?

"Biasa saja," kata Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Menurut Hendrawan, Megawati menyoroti perolehan suara Ahok-Djarot yang terpaut jauh dari Anies-Sandi.

(Baca: Hasil Final "Real Count" KPU: Anies-Sandi 57,95%, Ahok-Djarot 42,05%)

Hasil final real count KPU DKI Jakarta menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandi memperoleh 57,95 persen suara atau dipilih 3.239.668 pemilih.

Sementara itu, Ahok-Djarot meraih 42,05 persen atau 2.350.887 suara.

Padahal, pihak Ahok-Djarot memperkirakan perolehan suara tak akan selisih jauh.

"Hanya kok angkanya agak beda dari yang kami. Paling tidak dugaan kami menang-kalah kan tipis," kata dia.

Pasca-Pilkada DKI, kini PDI-P mulai melakukan persiapan menghadapi Pilkada 2018.

Ada 17 daerah yang melaksanakan Pilkada tahun depan. PDI-P akan mengusung calon gubernur sendiri di 5 daerah.

"Instruksinya sudah keluar minggu lalu untuk mulai menjaring," ujar Hendrawan.

(Baca: Tawa Bahagia Anies-Sandi dan Sikap Legawa Ahok-Djarot...)