Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Sumbangkan Emas Pertama untuk Indonesia

7 Oktober 2018   14:16 Diperbarui: 7 Oktober 2018   15:50 474 1 0
Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Sumbangkan Emas Pertama untuk Indonesia
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas pertama di Asian Para Games 2018 setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 2-1.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berhasil meraih medali emas pertama di Asian Para Games 2018 berkat kemenangan tim bulu tangkis beregu putra atas Malaysia di partai final, Minggu (7/10/2018).

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Indonesia membungkam Malaysia dengan skor 2-1.

Kemenangan tunggal putra kelas SU5, Dheva Anrimusthi, atas wakil Malaysia Mohammad Faris Ahmad Azri dengan skor 21-6, 21-12 memastikan raihan medali emas untuk Indonesia.

Dheva memimpin sejak awal pertandingan dan langsung unggul telak 11-1. Pukulan-pukulan terarah Dheva sulit dijangkau Faris.

Faris mencoba bangkit di gim kedua, tapi Dheva tetap mampu menjaga keunggulan. Dheva memimpin dengan perolehan skor 11-9 di paruh gim kedua. Dia terus melaju dan tak terbendung hingga mengunci kemenangan dengan skor 21-12.

Baca juga: Asian Para Games 2018, Nyalakan Semangat Kesetaraan

Kemenangan Dheva mengukuhkan keunggulan Indonesia atas Malaysia setelah berhasil mencuri poin di partai pertama.

"Terima kasih atas semua doa dan dukungannya. Hari ini tim Indonesia telah meraih medali emas pertama di cabor bulu tangkis di nomor men team standing," kata pelatih kepala tim bulu tangkis Indonesia, Nurachman, kepada Kompas.com.

Indonesia mengamankan poin pertama berkat kemenangan tunggal putra SL4 Fredy Setiawan atas Muhammad Nurhilmie, dengan skor 21-6, 21-12.

Baca juga: Asian Para Games 2018, Ni Nengah Raih Medali Perak untuk Indonesia

Sayangnya, Indonesia gagal menyegel medali emas lebih awal karena pasangan ganda putra Hafizh Briliansyah Prawiranegara/Hary Susanto tidak mampu mengatasi perlawanan Cheah Liek Hou/Hoirul Fozi Saaba. Hafizh/Hary kalah dalam dua gim langsung dengan skor 10-21, 17-21.

Meski demikian, medali emas akhirnya tetap jatuh ke tangan Indonesia berkat kemenangan Dheva.

Malaysia harus puas hanya meraih medali perak, sedangkan medali perunggu menjadi milik bersama Thailand dan India.