Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Kapitra Ampera

7 Agustus 2018   06:36 Diperbarui: 7 Agustus 2018   13:51 283 0 0
Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Kapitra Ampera
Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera saat di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menjelaskan kronologi kejadian pelemparan bom molotov yang terjadi di rumahnya di kawasan Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018) malam.

Kapitra mengatakan, dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di halaman rumahnya, ada empat orang yang menggunakan dua sepeda motor berhenti di depan rumahnya.

Satu sepeda motor kemudian memutar dan berhenti di seberang rumah Kapitra, satu motor lagi berhenti di depan pagar sambil mengamati kondisi sekitar.

Baca juga: Polisi Cek Rumah Kapitra Ampera yang Dilempar Molotov

 Adapun ciri para pelaku mengenakan helm dan menggunakan masker sebagai penutup wajah. Salah satu pelaku yang diduga eksekutor mengenakan ransel dan menggunakan baju berwarna putih.

"Satu motor menyisir, yang satunya lagi eksekusi. Pelakunya ada empat orang, persis di depan rumah melakukan pelemparannya," ujar Kapitra di depan kediamannya, Senin malam.

Satu pelaku yang berada di seberang rumah Kapitra kemudian pergi, diikuti dengan motor lainnya sembari melemparkan dua bom ke halaman rumah Kapitra.

Baca juga: Rumah Kapitra Ampera Pengacara Rizieq Shihab Dilempar Bom Molotov

Kejadian berlangsung selama 7 menit, dimulai pukul 19.20 saat para pelaku datang dan pukul 19.27 saat salah satu pelaku melakukan pelemparan dan kemudian pergi.

Kapitra mengatakan, kejadian itu berlangsung saat Ia pergi ke masjid.

"Posisinya saya keluar, Bu Yanti (asisten rumah tangga) tutup pintu, kemudian masuk, lalu ada ledakan. Untung enggak kena dia," ujar Kapitra.

Baca juga: Rumah Kapitra Ampera Dipasang Garis Polisi

Kapitra mengatakan, satu bom yang dilempar tidak jadi meledak. Namun, bensin yang berada di dalam botol berceceran di halaman. Saat kejadian, Kapitra menyebut kondisi lingkungan di sekitar masih ramai.

"Bagitu dia jatuh (bom molotov), mati. Tapi polisi bilang ini sudah dibakar. Kalau di sini (lalu lintas) masih ramai, banyak lalu lintas," ujar Kapitra.