Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu...

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Apa Latar Belakang Jokowi Bawa Orang-orang Penting ke Tanah Abang?

3 Maret 2018   14:00 Diperbarui: 3 Maret 2018   14:04 1026 2 1 Mohon Tunggu...
Apa Latar Belakang Jokowi Bawa Orang-orang Penting ke Tanah Abang?
Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kanan) dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (atas, kanan) menggelar konferensi pers di sela kunjungan Lagarde di Cilincing, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tamu-tamu kenegaraan hingga petinggi perusahaan kelas dunia yang berkunjung ke Indonesia, kerap kali diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi salah satu pusat penjualan tekstil terbesar di Asia Tenggara yakni Pasar Tanah Abang.

Sebut saja Presiden Filipina Rodrigo Duterte, hingga Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional International Moneter Fund (IMF) Christine Lagarde diajak blusukan oleh Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ada alasan kuat mengapa Presiden Jokowi gemar mengajak tamu pentingnya berkunjung ke Pasar Tanah Abang

"Untuk memberikan perspektif baru bahwa pemerintah kita ini down to earth," ungkap Luhut saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, lanjut Luhut, dengan kunjungan tersebut Presiden juga menginginkan atau menunjukkan kepada dunia bahwa ada kekuatan besar di dalam tubuh perekonomian nasional yakni tingginya sektor perdagangan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Pejabat itu jangan hanya dengar angka dari kita, tapi mereka harus melihat sendiri, market jalan tidak," tegasnya.

Kendati demikian, Luhut menambahkan, ada atau tidaknya dampak dari kunjungan beberapa pemimpin dunia dan petinggi perusahaan internasional bukanlah menjadi tolak ukur utama, sebab, dalam sektor perdagangan ada kalanya sedang tumbuh tinggi atau stagnan.

"Pasti ada kalanya sepi, dan ramai. Pemerintah ini juga baiknya ada, tapi kurangnya ada juga," pungkasnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x