Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu...

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kalijodo Selalu Mengingatkan Djarot Akan Keberanian Ahok

4 Oktober 2017   06:15 Diperbarui: 4 Oktober 2017   06:48 870 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kalijodo Selalu Mengingatkan Djarot Akan Keberanian Ahok
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan Masjid Jami Al-Mubarokah di seberang RPTRA/RTH Kalijodo, Selasa (3/10/2017).| Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kalijodo, Jakarta Utara dan Jakarta Barat, selalu membawa ingatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

 Pada peresmian Patung Menembus Batas di RPTRA/RTH Kalijodo pada Selasa (3/10/2017) malam  misalnya, ingatan Djarot kembali ke masa-masa penertiban kawasan prostitusi dan tempat hiburan malam ilegal itu setahun silam.

 "Selalu teringat dong (pada Ahok). Kenapa kok teringat Pak Ahok? Karena ini, di sini ini adalah salah satu bentuk keberanian Pak Ahok dan kecepatan dia untuk memutuskan (penertiban)," kata Djarot di RPTRA/RTH Kalijodo.

Baca juga:Jangan Coba-coba Halangi Penertiban Kalijodo

 Kala itu, Djarot yang masih menjabat sebagai wakil gubernur harus datang dan tinggal hingga dini hari di kawasan tersebut untuk berdialog dengan warga sebelum penertiban dilakukan. Dia juga harus turut mengamankan Kalijodo agar penertiban berjalan lancar.

 "Sampai saya kepontal-pontal, berlari-lari untuk bisa menyesuaikan bagaimana Kalijodo yang dulu gelap gulita, Kalijodo yang dulu maaf ya penuh dengan kemaksiatan, kalo orang ke sini ngeri, daerah yang remang-remang, abu-abu, itu langsung bisa dibersihkan karena keberanian dari Pak Ahok," kata Djarot.

Lihat juga:Penampilan Slank Jadi Kejutan dalam Peresmian Patung Menembus Batas di Kalijodo

Penertiban Kalijodo dan keberanian Ahok menjadi cerminan bagi Djarot bahwa pemimpin di Ibu Kota harus tegas. Ketegasan itu diperlukan demi kebaikan warga Jakarta.

 "Jakarta butuh ketegasan tetapi dengan jiwa dan nurani yang bersih. Ini butuh ketegasan, keberanian, dan kecepatan di dalam memutuskan sepanjang itu untuk kebaikan," kata Djarot.

VIDEO PILIHAN