Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Lia Eden Meninggal Dunia, Titisan Bunda Maria hingga Membinasakan Nyi Roro Kidul

11 April 2021   16:05 Diperbarui: 11 April 2021   16:16 1379
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lia Eden Meninggal Dunia, Mengaku Titisan Bunda Maria Hingga Membinasakan Nyi Roro Kidul (kumparan.com)

Konon sejak saat itu, malaikat Jibril menjadi pembimbingnya sejak tahun 1997 hingga kini.

Pernyataan kontroversialnya tidak lain merupakan ujian berat dari Malaikat Jibril. Proses ujian tersebut menurutnya sangat berat, hingga akhirnya penyucian dirinya terjadi. Ia kemudian diberikan nama rohani, Lia Eden.

Lia juga mengaku bahwa Tuhan telah menyatakan bahwa Lia adalah sosok surgawi-Nya di dunia. Sebagai pasangan Jibril yang bertugas sebagai manusia.

Berperang dengan Nyi Roro Kidul

Namanya sempat menjadi trending di tahun 1999. Waktu itu, Lia bersama 75 orang Jemaah Salamullah melakukan ritual, berperang melawan Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

Ritual dijalankan di bibir pantai Pelabuhan Ratu. Menurut Lia, peperangan itu dicetuskan untuk menghancurkan Nyi Roro Kidul yang disebut sebagai lambang kemusyrikan.

Tak kalah menggetarkan dari legenda, Lia Eden berteriak lantang "Allahu Akbar" berulang-ulang kali sambil menghunus sebilah keris panjang.

Menyembuhkan Orang Sakit

Lia Eden juga mengaku bisa menyembuhkan orang. Menurutnya, anugrah tersebut ia dapatkan saat ia sedang shalat tahajud. Tiba-tiba ia merasa tubuhnya menggigil.

Kemudian tangannya seperti dituntun untuk mengobati orang-orang sakit. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai aksinya ini. Siapa juga yang disembuhkan, belum ada pengakuan.

Menghentikan Lumpur Lapindo

Tahun 2000an sepertinya bukan masa keemasan bagi Lia Eden dan Jemaah Salamullahnya. Ia dipenjara dua kali pada tahun 2006 dan 2009. Tuduhannya adalah penodaan agama, melakukan perbuatan tak menyenangkan, dan menyebarkan kebencian.

Vonis tersebut tidak menurunkan "kesaktiannya." Ia bahkan menantang hakim untuk membebaskannya. Tantangannya tidak tanggung-tanggung;

"Kalau saya dibebaskan, saya akan memohon kepada Tuhan supaya lumpur Lapindo dan Gunung Merapi bisa mereda. Jika saya tidak bisa membuktikan, biarlah saya dihukum mati."

Kali Kedua Dipenjara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun