Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Tumbuhan Itu Cerdas, Mereka Hanya Tidak Memiliki Otak Saja

19 September 2020   10:04 Diperbarui: 22 September 2020   16:07 706 36 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tumbuhan Itu Cerdas, Mereka Hanya Tidak Memiliki Otak Saja
Ilustrasi tumbuhan cerdas (sumber: youtube.com)

Shania adalah seorang ahli botani S3 dari Malaysia. Sebagai seorang keturunan India yang tinggal di Malaysia, busana Saree yang selalu melekat pada tubuhnya, sangat jauh dari kesan modern.

Pun halnya dengan subyek yang ia senangi mengenai tanaman. Alih-alih menjelaskan tumbuhan dari sisi sains, ia lebih senang membicarakan tentang kebiasaan kuno yang diyakininya terhadap tumbuhan.

Salah satunya adalah berbicara dengan pohon. Menurutnya, pohon dan tanaman di sekitar kita, juga adalah mahluk hidup. Meskipun mereka tidak bisa berinteraksi layaknya manusia dan hewan, namun mereka tumbuh.

Ia juga menjelaskan bahwa pohon sebenanya memiliki perasaan layaknya manusia. Pohon dapat merasa sedih, merasa gembira, bahkan berhubungan batin dengan mahluk hidup lainnya di sekitar.

Bukan hanya Shania saja, Tomi, seorang pensiunan ASN, teman golf saya, juga memercayai hal ini. Setiap kali sebelum bermain golf, ia menyertakan sebuah ritual yang tidak biasa.

Berdiri diam di teebox (tempat pemain golf memulai permainan), ia berbicara kepada seluruh pohon yang berada di lapangan.

"Para pohon, rumput, dan tanaman, izinkanlah aku bermain golf dengan tenang."

Menurutnya cara ini cukup efektif untuk mencegah para pohon menyembunyikan bolanya, dan para rumput mendukung pukulannya agar bisa berakhir dengan skor yang baik.

Entahlah...

Namun, apakah benar tanaman adalah mahluk hidup yang dapat berinteraksi dengan manusia dan alam sekitar? Paling tidak itulah yang diyakini oleh para saintis.

Ide ini sudah tertuang dalam sebuah buku, pada tahun 1848. Komunikasi yang diciptakan, ternyata berhubungan dengan cara berasosiasi, perilaku interaksi, gelombang suara, karbondioksida, dan tentunya juga perhatian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN