Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kitab Kuno Zaman Dinasti Qing, Mengungkap Fakta "Jiang Shi" (Vampire China)

23 Agustus 2020   09:05 Diperbarui: 23 Agustus 2020   09:09 178 16 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kitab Kuno Zaman Dinasti Qing, Mengungkap Fakta "Jiang Shi" (Vampire China)
Ilustrasi Jiang Shi (sumber: youtube.com)

Pernah melihat cerita mayat hidup yang berjalan? Di tahun 1980an, kisah-kisah Vampire China yang jalan melompat-lompat dan suka menghisap darah manusia segar, menjadi tren topik bagi penggemar film Kung-Fu jadul.

Kisah ini bukanlah merupakan ide yang baru bagi penulis skenario, karena menurut legenda Tiongkok Kuno, mahluk Vampire ini telah tercatat dalam karya sastra yang ditulis oleh Ji Xiaolan, seorang sarjana dari Dinasti Qing (1636-1911) yang berjudul Yuewei Caotang Piji.

Jiang Shie adalah sebutan masyarakat Tiongkok untuk mahluk vampire ini. Jiang Shi ini umum digambarkan sebagai mayat yang mengenakan pakaian resmi Dinasti Qing dan bergerak melompat-lompat dengan tangan terbentang. Di dahinya, tertempel selembar jimat (Fu) yang berwarna kuning dengan oretan tinta merah.

Disebutkan bahwa mayat tersebut adalah orang yang sudah meninggal dihidupkan kembali. 

Alasannya adalah masalah transportasi. Mereka pada umumnya adalah masyarakat yang hidup jauh terpencil. Setelah meninggal, penduduk setempat harus memikirkan cara untuk menguburkan mereka pada lokasi pemakamam yang terletak jauh dari desa. Untuk itu, akhirnya mereka meminta bantuan dari pendeta Tao yang ahli, untuk membuat mayat tersebut berjalan sendiri.

Namun proses ritual ini sebenarnya tidak melibatkan ilmu sihir sama sekali. Pendeta Tao hanya bertugas memanjatkan doa untuk para arwah dari para Jiang Shi.

Konon proses ritual ini dimulai dengan mengikat pergelangan kaki dan lutut. Tangan mereka pun diangkat paksa hingga terlentang. Proses ini dapat dilakukan, karena tubuh mayat sudah kaku.

Setelah itu, tongkat panjang akan diikatkan ke tubuh mayat yang diatur tegak. Dua orang yang kuat akan berada pada ujung depan dan belakang dari tongkat. Ketika mereka mengangkat tongkat tersebut, sang mayat nampak seperti melompat-lompat.  

Selain itu, Pendeta Tao sebagai pemimpin rombongan akan menyembunyikan lonceng sepanjang perjalanan. Ritual ini berlangsung selama malam hari, sehingga menimbulkan suasana angker bagi yang melihatnya.

Dari sinilah kemudian hoax bermunculan mengenai Jiang Shi yang bisa bangkit dari kubur dan mencari mangsa manusia dengan menyerap energi (chi).

"Ah tidak, mayat hidup yang bisa berjalan itu benar ada kok..."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN