Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Zhuge Liang, Kisah Panglima Perang dan Paranormal Legendaris

28 Juni 2020   06:26 Diperbarui: 11 Juni 2021   11:19 12847
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Zhuge Liang (181 -- 234M) atau juga dikenal dengan nama Kong Ming, adalah seorang figur sentral dalam sejarah The Three Kingdoms. Bagi penggemar atau pemerhati sejarah Tiongkok Kuno, nama ini tentu sudah tidak asing lagi.

Zhuge Liang adalah Perdana Menteri dan ahli strategi yang paling cerdik dalam sejarah Tiongkok dari negara Shu Han, yang dipimpin oleh seorang raja yang bernama Liu Bei. Karena kecerdasannya, beliau dianugrahi sebagai salah satu dari 6 perdana Menteri yang paling legendaris dalam sejarah Tiongkok Kuno.

Salah satu kisah yang paling legendaris terjadi pada pertempuran Chibi (208 - 209M). Kisah ini pernah diangkat dalam film layar lebar dengan judul the Battle of Red Cliff (2008-2009) yang disutradarai oleh John Woo. Film yang dibagi dalam dua seri dengan perkiraan anggaran sekitar USD 80 juta, merupakan fiim Asia yang termahal pada saat itu.

Poster Film The Battle of Red Cliff (moviesreviewblog.blogspot.com)
Poster Film The Battle of Red Cliff (moviesreviewblog.blogspot.com)
Pertempuran yang berawal dari adanya ancaman Chao-Cao yang menguasai bagian utara sungai Yangtze terhadap wilayah barat daya Sichuan yang dikuasai oleh Liu Bei. Zhuge Liang pun membangun rencana aliansi antara pihak Liu Bei dengan penguasa wilayah barat daya yang bernama Sun Quan.

Baca juga: Pangeran Diponegoro, Para Panglima Perang dan Bala Tentaranya

Pihak koalisi akhirnya berhasil memenangkan pertempuran melawan Chao-Cao yang memiliki jumlah kekuatan militer yang jauh lebih besar. Pertempuran itu merupakan pertempuran armada perang air terbesar sepanjang sejarah Tiongkok Kuno.

Banyak yang memercayai bahwa titik balik dari kemenangan pasukan aliansi, disebabkan karena keahlian strategi dan kemampuan Zhuge Liang yang memahami Astronomi dan juga penguasaann ritual ritual Taoisme yang sangat mistis.

Strategi kemenangan Zhuge Liang adalah dengan menggunakan api dan ketepatan meramalkan cuaca dan membaca pergerakan arah angin dengan tepat, yang pada saat itu dianggap sebagai kemampuan supranatural.

Untuk saat sekarang, kemampuan membaca pergerakan cuaca sudah bukan lagi sebuah kemampuan supranatural. Dengan kehadiran BMKG yang berperan penting dalam ramalan cuaca, kekuatan supranatural Zhuge Liang di zaman sekarang tentunya tidak lagi dianggap sebagai suatu hal yang istimewa.

Tentunya akan terasa lucu di zaman sekarang, jika ada salah satu jenderal perang yang diagung-agungkan karena memiliki kekuatan supranatural.

Teknologi perang yang tinggi tentunya dengan mudah mengalahkan bala pasukan Hanuman yang sakti. Pada akhirnya kesaktian hanya akan menjadi legenda yang tergantikan teknologi yang muktahir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun