Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Normalisasi Hati dan Naturalisasi Pikiran

10 Januari 2020   07:14 Diperbarui: 10 Januari 2020   07:19 610
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pict by Emma Art Gallery via Pinterest

Layaknya air, pikiran-pun cair adanya, menghanyutkan segala sesuatu dalam alirannya.

Kekuatan pikiran sangatlah dahsyat, mengalir dalam kegaduhan, dan meluap dalam keheningan. Tiada standar ukuran yang dapat mewakili kecepatan berpikir, melebihi kecepatan cahaya yang tiada tara.

Otak manusia memiliki fungsi kognitif tingkat tinggi, dimana analisa dan pemahaman seharusnya menjadi hal yang utama dalam proses berpikir. Jika fungsi kognitif ini dilakukan dengan baik, maka segala sesuatu yang berlogika akan menjadi yang terutama.

Pikiran sangatlah penting, bagaikan lautan luas yang merupakan tempat hidup bagi banyak mahluk dibumi dengan ekosistem bahari-nya yang sangat penting.

Ketenangan dalam berpikir menciptakan potensi tanpa batas yang dapat mendukung banyak kehidupan. Sebaliknya, pikiran yang liar laksana tsunami yang dapat menghancurkan dunia ditengah murka-nya.

Pikiran manusia sangat liar sehingga perlu dijinakkan dalam suatu batasan. Delusi adalah produk dari pikiran yang tidak terkontrol, yang hanya akan menimbulkan kegelisahan, kekhwatiran, kerisauan, dan segala kotoran batin lainnya.

Untuk menjaga agar pikiran tetap tenang, singkirkanlah sampah delusi dalam proses berpikir. Ciptakanlah tumbuhan yang indah dalam bentuk pengetahuan yang luas. Lestarikan ekosistem pikiran, dimana pemahaman yang benar seharusnya tetap berada disana.

Proses Dwi-Tunggal.

Proses Normalisasi dan Naturalisasi ini seharusnya menjadi sebuah proses dwi-tunggal, dan tidak untuk diperdebatkan. Seluruh masalah psikologi sesungguhnya berasal dari hati dan pikiran yang tidak berjalan dengan harmonis.

Menyeleraskan hati dan pikiran, akan menciptakan keseimbangan sejati yang bebas dari segala kotoran batin. Pahamilah bahwa dunia luar tergantung dari dunia dalam hati. Jika hati sedang gembira, maka dunia akan terasa bahagia, demikian pula sebaliknya.

Kerisauan tidak dimiliki oleh masa sekarang, dan bukan juga produk masa depan. Kegelisahan hanyalah sebuah imajinasi yang suka berimitasi. Kekhwatiran adalah sebuah pernyataan yang tidak memiliki kenyataan. Semuanya adalah delusi yang akan hilang seiring dengan waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun