Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ribka Tjiptaning Soal Vaksin, Blunder atau Idealis?

14 Januari 2021   09:51 Diperbarui: 14 Januari 2021   13:06 178 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ribka Tjiptaning Soal Vaksin, Blunder atau Idealis?
ilustrasi: awsimages.detik.net.id

Memang jika dipikir secara akal sehat, percaya begitu saja terkadang menjadi boomerang untuk diri kita sendiri ketika kita tidak verifikasi ulang apa yang menjadi kepercayaan kita.

Ada kalanya mempertanyakan itu benar, tetapi, apakah akan "berjalan" melakukan sesuatu ketika hal tersebut ditanyakan secara terus menerus dan tidak dipercaya?

Ya, memang rasa tidak percaya pada sesuatu adalah hak seorang manusia, namun mungkinkah selamanya kita tidak akan percaya sesuatu yang mungkin akan berimbas baik pada kita?

"Kebaikan dan keburukan nyatanya memang adalah konsekuensi hidup yang harus ditanggung manusia, itu yang tidak akan dapat manusia hindari"

Untuk itu berpikir buruk memang sah-sah saja bagi manusia. Sebab lawan dari kebaikan pasti adalah keburukan, itu seperti jodoh yang sudah ditampilkan oleh alam semesta.

Maka tidak salah jika Vaksin sendiri adalah dilema baru bagi masyarakat Indonesia, mengingat baik atau tidak vaksin tersebut untuk masyarakat indonesia gunakan dikala covid-19 sedang menerjang dunia termasuk indoneisa.

Ditambah dengan salah satu anggota DPR Komisi IX dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning mengibaratkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac sebagai barang rongsokan dari negara asalnya, China. Menurutnya, masyarakat China justru tidak menggunakan vaksin virus corona tersebut.

Sinovac merupakan vaksin Covid-19 yang digunakan pada program vaksinasi perdana di Indonesia yang dimulai selasa (13/1/20). Seperti diketahui pemerintah telah mendatangkan sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac dan 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk.

Ribka Tjiptaning sendiri juga terang-terangan menolak untuk divaksin covid-19 di hadapan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Bahkan, ia mengaku memilih membayar denda ketimbang disuntik vaksin Covid-19.

Alasan mengapa penolakan vaksin itu diucapkan oleh Ribka Tjiptaning salah satunya adalah terkait dengan keamanan vaksin itu sendiri yang memang belum teruji.

Ribka mencontohkan sejumlah konsekuensi usai dilakukan program vaksinasi, seperti vaksin polio dan vaksin kaki gajah. Menurut catatannya, program vaksin tersebut menimbulkan dampak seperti lumpuh hingga meninggal dunia di beberapa daerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x