Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Usia 27 yang Mencemaskan!

1 Desember 2020   07:42 Diperbarui: 1 Desember 2020   07:46 138 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Usia 27 yang Mencemaskan!
Vice.com/id

Seperti yang tidak tergambar jelas oleh angan manusia, saat ini memang adalah saat dimana kondisi hidup selalu mengukur diri pada nasib orang lain.

Tetapi apapun itu namanya, kemajuan media sosial seperti menjadi saksi hidup baru, bawasannya semua diukur oleh citra gambar dilaman-laman media.

Untuk itu ukuran kesuksesan saat ini sebegitu menentukan sehat atau tidaknya kejiawaan seseorang. Sebab jika hidup manusia tidak sesuai harapannya, disitulah manusia akan merasa dirinya tidak berharga.

"Semakin maju media social semakin maju pula standart hidup manusia, dimana mereka berlomba-lomba menjadi yang paling menarik hidupnya dengan barang-barang maupun posisi social dari kerja yang mentereng stratanya".

Namun diabad ke- 21 ini, tidak ada nasib yang baik terkecuali pegawai negri dalam wacana berpikir manusia indonesia. Siapa pun itu, profesi ideal yang dipandang masyarakat, tidak ditampik tetap yang dilirik adalah pegawai negri.

Gaji yang pasti, masa depan akan pensiunan yang sudah dinanti, disitulah tidak ada yang tidak tergiur dengan status pegawai negri. Maka dari itu tidak salah jika orang-orang berlomba-lomba menjadi pegawai negri.

Memang jika dipikir semua profesi jika ditekuni, apa lagi di abad ke 21 ini, tidak ada yang tidak menjanjikan, sebenarnya semua menjanjikan.

Tidak lain adalah kemampuan dalam konsitensi menjalankan sebuah profesi. Toh nyatanya pengusaha bukanlah pegawai negri, tetapi kesuksesannya dapat melampaui pegawai negri.

Saat ini adalah era dimana kemauan menciptakan sebuah kesuksesan. Tetapi sukses sendiri bukan hanya memilih tetapi juga memilah orang untuk sukses.

Tidak lain hanya untuk orang-orang yang gigih memperjuangkan sesuatu yang menjadi profesinya, bukan tidak mungkin suatu saat pasti dapat sukses.

Maka dari itu giuran sukses semuda mungkin menjadi jargon-jargon baru dalam menarik manusia. Tentu sukses semuda mungkin adalah propaganda media muktahir yang begitu maju.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN