Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Politik, Kritik Stephen Hawking, Filsafat, dan Tuhan bagi Kecerdasan BJ Habibie

30 Oktober 2020   06:22 Diperbarui: 30 Oktober 2020   07:39 172 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Politik, Kritik Stephen Hawking, Filsafat, dan Tuhan bagi Kecerdasan BJ Habibie
Ilustrasi: kompas.com

Kecerdasan adalah dalih bagimana seorang manusia mempertanyakan sesuatu. Sebab kecerdasan sendiri terkesan bawasanya semua pengetahaun sebenarnya hanyalah ruang kosong yang tidak disadari dan akan lenyap.

Diatas orang cerdas masih ada kecerdasan yang lebih tinggi. Maka dari itu seberapa pun kecerdasan itu dapat ditempuh.

Ada sesuatu yang tidak dapat dilampaui oleh manusia yakni adanya kekuatan yang lebih tinggi dari pada hanya kecerdasan satu manusia tersebut.

Memang dalam setiap tradisi berpikir yang dimulai dari awal 200 ribu tahun yang lalu. Umat manusia dan aktivitas berpikirnya adalah cikal dari bakalnya dapat membangun sebuah peradaban yang dipertanyakan oleh dirinya sendiri.

"Dan aktivitas itu, "berpikir" adalah tonggak menciptakan sebauah kemajuan jaman yang sampai saat ini yang akan terus berkembang".

Tidak lain perkembangan itu adalah bagaimana arah berpikir manusia, dimana semakin ia dapat berpikir, semakin akan adanya potensi gaya hidup baru dari motif berpikirnya tersebut.

Untuk itu semua profesi apapun yang ada, tanpa ada suatu aktivitasnya sembari berpikir. Tidak mungkin akan ada inovasi, kreasi, bahkan lebih dari itu yakni lompatan pada keadaan mengubah sisi hidup dari pikirannya sendiri bagi umat manusia.

Maka dari itu, tentu sebagai tokoh yang dikenal jenius di Indonesia, BJ. Habibi tidak diragukan lagi berbagi karya-karya yang telah ia buat untuk kemajuan peradaban bangsa maupun dunia.

Serta dari pada itu, aktivitas berpikirnya sendiri membuat suatu trobosan baru manusia Indonesia yang diperhitungkan dikancah dunia melalui teknologi.

Dimana BJ. Habibi sukses pada masanya yakni menyumbang pemikirannya pada dunia kedirgantraan Indonesia dan dunia.

Maka dengan prestasinya itu, yang diperhitungkan dunia sampai ia menetap di Jerman mengembangkan pikiran di bidangnya yakni pada pembuatan pesawat terbang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x