Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Penulis - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Kamu bintang besar! Apa yang akan menjadi keberuntungan Anda jika Anda tidak memiliki sesuatu yang membuat Anda bersinar? -Friedrich Nietzsche-

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Eksekusi Mati Pembunuh Berantai dan Pengedar Narkoba

16 Oktober 2020   19:54 Diperbarui: 18 Oktober 2020   06:56 280
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
llustrasi: boombastis.com

Dinan tidak menyangka bahwa dirinya dibawa polisi atas tuduhan bandar narkoba  kelas berat. Seperti yang diketahui, banyak Bandar-bandar narkoba hanya dijadikan alat sebagai kurir.

Tetapi Dianan dan bos narkoba kelas kakap jaringan internasional itu sudah melakukan perjanjian sebelumnya. Ia "Dinan" butuh kerja dan ia harus menjadi kurir narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Dalam perjanjian kerjanya sendiri, Dinan dan Bos narkoba jaringan internasional itu terpaut janji untuk tidak membocorkan kepada polisi ketika nantinya dalam oprasinya  tertanggakap".

Sudah merupakan kode etik yang harus dipegang kuat dalam komitmen untuk para calon kurir narkoba kelas kekap. Setia tidak akan membobolkan sindikat internasional jaringan narkoba tersebut.

Sebab nantinya ketika kurir tertangkap dan terbongkar oleh polisi, runyam urusan, terkecuali ada polisi baik dan ingin duit ikut dalam bisnis berkedok  melancarkan oprasi narkoba meski tahanan narkotika ada dalam sel.

Namun di sel pulau nusakambangan yang bersetatus higt risk, sangat jarang ditemukan polisi yang doyan disuap kasus narkoba. Sebab narkoba sendiri adalah kejahatan yang patut dibumi hanguskan dari muka bumi komitmen polisi.

Tetapi banyaknya kepentingan akan narkoba tersebut, bahkan tidak jarang untuk kepentingan perang dan politik kekuasaan dunia, membuat sindikat-sindikat narkoba internasional seperti tidak ada habisnya.

Dinan sendiri sadar akan resiko tersebut bawasannya kematian adalah ganjaran untuk diri seorang kurir narkoba kelas kakap. Tetapi langkahnya sebagai seorang kurir narkoba adalah frustasinya terhadap hidup.

"Dalam wacana berpikirnya sendiri Dinan selalu meyakinkan dirinya; hidup susah pun akan mati, begitu juga hidup senang, tetap akan mati juga pada akhirnya".

Maka dari itu ia memilih menjadi kurir narkoba hidup bersenang-senang enjoy setiap hari dengan uang yang ia dapat, wanita secantik apapun dapat ia bayar.

Gedung apartemen, hotel, dan resort-resort mewah di Bali atau Pulau Komodo menjadi jambalannya. Tidak ada wanita penghibur yang tidak tertarik pada kekayaannya, hasil dari jualan narkoba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun