Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Penulis - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Kamu bintang besar! Apa yang akan menjadi keberuntungan Anda jika Anda tidak memiliki sesuatu yang membuat Anda bersinar? -Friedrich Nietzsche-

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Bui, Korupsi, dan Makna Hijab Jaksa Pinangki

24 September 2020   07:50 Diperbarui: 24 September 2020   07:54 1355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Entahlah seperti bercermin pemimpin KPK Firli Bahuri dimana kasus kode etik menggunakan helikopter saat bertugas ke Sumatra Selatan pun saat ini belum rampung. Dimana KPK sebagai pioner anti korupsi malah bermewah-mewah mencirikan dekat pada kasus korupsi.

Namun bagimana lagi, semua orang ingin hidup mewah, punya banyak, uang untuk membeli segalanya. Tetapi mungkin dengan tersangka kasus korupsi yang sudah masuk bui, apakah memang benar akan menyadarkan seperti Jaksa Pinangki kini yang mulai memakai berhijab? Mungkinkah hijab menjadi titik kesadaran hidup manusia bagi Jaksa Pinangki memaknai kasus korupsi dirinya?

Perlu diketahui (23/09/20) saat sidang dakwaan di pengadilan negri tipikor Jakarta pusat Pinangki Sirna Malasari memakai baju gamis dan berhijab pink dibalut dengan rompi pink. Sebelum masuk bui Jaksa Pinangki tidaklah memakai hijab dalam kesehariannya.

Fenomena perempuan memakai hijab setelah masuk bui, Jaksa Pinangki tidaklah sendiri. Ada Roro Fitria artis  yang tersandung kasus narkoba juga berhijab setelah dirinya masuk bui kasus narkoba.

Maka dengan fenomena hijrah memakai hijab tersebut ketika di dalam bui, apakah di dalam bui menyadarkan tingkat keimanan seseorang meski dirinya sebelumnya tidak memakai hijab seperti Jaksa Pinangki dan Roro Fitria?

Memang berhijab tidak dapat diukur dengan tingkat keimanan pada agama yang dianutnya. Tetapi langkah hijab sendiri meski sudah membudaya permpuan dalam memkai hijab di Indonesia.

Mungkinkah dengan lompatan penampilan ini Jaksa Pinangki ingin menguatkan dirinya dekat dengan agama yang dianutnya, menguatkan lompatan hidup kini yang harus mendekam di dalam bui?

Perkara keimanan pada agama masing-masing tentulah perkara pribadi. Tentu dengan lompatan penampilan yang drastic pada Jakasa Pinangki.

Dimana kemewahan yang didapat dengan cara tidak halal "korupsi", apakah disana tetap ada perasaan menjebak diri pada perbuatan yang melanggar hukum dimana merasa salah tidak berhenti?

Maka dari itu mungkinkah hukuman di dalam bui akan menyadarkan manusia? Maka dengan perubahan penampilan itu, apakah Jaksa Pinangki benar-benar sedang memupuk keimanan dekat dengan agama dan tuhan saat hidup dalam bui? Kembali semua ada pada pribadi Jaksa Pinangki sendiri.

Namun dengan berbagai kasus korupsi yang mendera, dimana penampilan sering menjadi kamuflase  untuk dapat menyuap kembali tersangka dapat keluar masuk bui seperti halnya Gayus Tambunan kasus korupsi pajak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun