Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Bicara Pendidikan Terpilih Presiden: Giring Capres Kreatif dan Inovatif?

18 September 2020   06:31 Diperbarui: 18 September 2020   14:09 215 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bicara Pendidikan Terpilih Presiden: Giring Capres Kreatif dan Inovatif?
ilustrasi:thumb.intipseleb.com

Mungkin telah menjadi kejengahan yang sudah umum, dari jaman calon presiden siapapun semua janji menginginkan dan membuat program pendidikan (sekolah) gratis, tetapi yang menjadi pertanyaan apakah benar-benar bisa gratis?

Sebenarnya saya muak pada janji-janji politikus yang absrud dan usang berbicara pendidikan gratis, apakah mungkin dikala gedung kampus butuh perawatan, gedung sekolah butuh direnovasi, dan buku-buku itu perlu dibeli, masih relevan berbicara sekolah gratis?

Saya kira siapa pun politikus yang mencalonkan diri sebagai apapun termasuk presiden yang berbicara sekolah gratis, sebenarnya ia memberi tahu kepada pemilih supaya tidak dipilih.

Sebab polititikus seperti itu tidak kreatif dan inovatif dalam mencalonkan diri sebagai calon pejabat public termasuk presiden. Karena tidak ada lompatan ide baru dalam program mencalonkan diri sebagai presiden dari dulu berkutat pedidikan gratis yang nyatanya tidak akan pernah gratis.

Sebagai capres 2024 dari kalangan muda seharusnya Giring Ganesha ex Nidji rasional dalam memandang program-program kekinian yang hits dan popular dikalangan masyarakat, supaya setidaknya dapat meyakinkan pemilih muda untuk memilih dirinya.

Apa bedanya Giring dengan capres lain jika hanya bisa memprogram wacana pendidikan gratis saat menjadi presiden? Semua capres dari kalangan manapun mampu dalam membuat wacama usang itu yakni pendidikan gratis.

Bukankah kini pemilih muda menginginkan capres yang kreatif dan inovatif dalam kontestasi pilpres 2020? Inilah mengapa Giring Nidji harus menjawab harapan itu.

Supaya tidak lain adalah dirinya "Giring" beda dengan capres-capres lain, yang ada istilah kerennya capres muda "revolusioner".

Tetapi dengan program pendidikan gratis yang tidak masuk akal mengingat dari dulu siapa pun capresnya tidak benar-benar dapat terlaksana. Tetap saja sekolah ada bayar-bayarnya apapun itu bentuknya.

Maka dari itu kaum milenial kini dalam memandang capres, memang sudah jengah dengan figure-figure yang itu-itu saja dalam pilihan capres. Adanya Giring Nidji nyapres 2024 tentu menjadi angin segar sebagai capres alternatif. Apalagi dia adalah kader PSI yang terkenal sebagai partainya anak muda.

Dengan narasi program-progam pendidikan (sekolah) gartis yang usang, apakah Giring nantinya akan dipilih oleh pemilih yang semakin cerdas dan menuntut  seorang presiden untuk menjadi seorang pembaharu jaman?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x