Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Content Writer

Peminat Sosio-Humaniora

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Jokowi dan Citra Nahas Ibu Kota Baru: Seperti Hambalang?

12 September 2020   07:01 Diperbarui: 12 September 2020   17:57 1347 23 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jokowi dan Citra Nahas Ibu Kota Baru: Seperti Hambalang?
Indonesian President Joko Widodo inspects an area planned to be the location of Indonesia's new capital in East Kalimantan province on Dec 17, 2019.PHOTO: REUTERS

Setiap seorang pejabat publik yang memegang kendali jabatan, apa yang dibanggakan adalah karya dalam masa kepemimpinannya.

Pejabat publik itu sendiri yang menggagas sebuah ide pembangunan infrastruktur negara atau orang lain dalam pemerintahan, jelas itu bukanlah soal.

Karena program pembangunan tersebut dilaksanakan oleh kepemimpinan siapa, itulah yang akan terekam baik oleh ingatan publik. Bahwasanya karya tersebut selalu melekat padanya sebagai karya dari bentuk kerja saat memegang kendali jabatan publik.

Seperti tugu peti mati corona di DKI Jakarta dan jaring-jaring penutup Kali berwarna Hitam di Jakarta, tentu sangat melekat sekali itu adalah karya Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. Entah efektif sebagai karya monumental atau tidak karya tersebut publiklah yang menilai kebermanfaatnya dari setiap pembangunan.

Terlepas dari suatu pembangunan itu adalah proyek strategis pemerintahan nasional atau pemerintahan daerah yang digagas sejak lama seperti Jalan Tol dan lain sebagainya dalam balutan obyek vital nasional.

Ketika memang dalam jalannya pemerintahan tersebut tidak konsisten menuju ke arah perwujudan pembangunan yakni merampungkan "bangunan" gagasan tersebut, saya kira tidak ada bedanya karena hanya sekadar wacana dan tidak akan menjadi apa-apa.

"Gagasan yang tidak kunjung dikerjakan adalah omong kosong yang berlaku saat itu juga meskipun dalam wacananya menjadi proyek strategis nasional atau daerah sebagai embel-embelnya".

Maka tidak dipungkiri rampungnya Tol Trans Jawa yang di bangun di era presiden Joko Widodo menjadi tonggak citra prestasi Jokowi, nantinya jika dirinya ada dalam masa purna jabatan sebagai presiden Republik Indonesia.

Oleh karena itu pembangunan insfrastrukur negara sedikit banyaknya adalah buah dari kepemimpinan yang konsisten itu yang saya benarkan.

Saya memang bukan sedang membela Joko Widodo dengan prestasi Jalan Tol-nya dan pembangunan lain seperti Jalan lintas Kalimantan dan Papua, serta waduk-waduk irigasi di berbagai daerah untuk pertanian dan pengendalian banjir.

Tetapi sebagai langkah apresiasi terhadap konsistensi pembangunan itu sendiri yang mungkin harus di contoh siapa pun Presiden Indonesia di masa depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN