Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Perwira Meski Hidup Miskin

28 Agustus 2020   09:27 Diperbarui: 29 Agustus 2020   18:33 44 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perwira Meski Hidup Miskin
ilustrasi: 1.bp.blogspot.com

"Miskin memang bukan sebuah kutukan akan nistanya hidup. Tetapi miskin adalah perkara nasib dimana setiap manusia dilahirkan berbeda-beda nasibnya".

Dalam memandang hidup meski terkadang seperti tidak adil, namun apa yang terjadi pada diri kita memanglah harus diterima.

Meski dengan segudang harapan kita hidup, yang nyatanya daya dari upaya kita hanya mampu demikian. Maka dari itu kesabaran adalah kunci.

Sebab akan seperti apa lagi jika manusia tidak sabar, mengeluh pun dengan siapa, tidak terima dengan siapa pula?

Ditambah dijaman yang serba menggiurkan keinginan ini. Dimana ada orang mudah sekali mendapat rejeki.

Bisa beli ini-itu untuk kebutuhan hidup, tetapi dengan diri kita? Apakah kita merasa berbeda? Kenyataannya hidup masih seperti-seperti ini saja?

Tetapi kahanan akan nasib hidup sebagai manusia seharusnya memang "harus" diterima. Apapun jikalau sudah nasibnya, semua adalah "milik".

Tentu sebagai manusia perkaranya hanyalah dapat menerima atau tidak sebagai sebuah nasib diri yang secara tidak langsung menjadi ketentuannya sendiri.

"Dan upaya bersyukur yang tidak pernah lelah adalah praktik yang nyata untuk manusia mengingat akan kehidupannya: bagaimana pun nasibnya. Meski jungkir balik semua adalah nasib yang diupayakan diri seutuhnya".

Mengapa saya sebut kita dalam tulisan ini? Supaya kita sama-sama mawas diri, bagaimana dengan keadaan itu sendiri yang terkadang kita tidak puas dengan hidup yang ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN