Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Penulis - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Kamu bintang besar! Apa yang akan menjadi keberuntungan Anda jika Anda tidak memiliki sesuatu yang membuat Anda bersinar? -Friedrich Nietzsche-

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Penghargaan untuk Politikus: Siasat dan Merapat

12 Agustus 2020   12:02 Diperbarui: 14 Agustus 2020   22:56 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: riauonline.co.id

Menjadi polemik diberbagai laman berita politik dimedia besar tanah air. Tidak lain adalah berita dari pro dan kontra masyarakat terkait dengan pemeberian Bintang Mahaputra Nararaya yang akan diberikan pemerintah kepada politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Pengertian dari "Bintang Mahaputra Nararya" merupakan penghargaan sipil tahunan yang diberikan negara kepada orang yang dianggap berjasa kepada negara. Penghargaan ini diberikan secara rutin dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan RI.

Karena sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Jasa, dan Tanda Kehormatan, untuk memperoleh tanda kehormatan ini seseorang harus memenuhi syarat, di antaranya berjasa luar biasa di berbagai bidang untuk kemajuan, kesejahteraan, kemakmuran, dan pengabdian serta pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang lainnya.

Alasan pemerintahan Jokowi memberikan penghargaan kepada duo "F"  tersebut masing adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. 

Karena mereka berdua oleh pendapat pemerintah: "Rakyat" 'dianggap' mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka selama menjabat sebagai pimpinan DPR 2014-2019. Diketahui Fahri Hamzah dan Fadli Zon sama-sama duduk sebagai wakil ketua DPR saat itu.

Pemerintah melalui Menko Polhukam Mafud MD, nantinya setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yang purna tugas satu periode mendapat bintang tersebut. 

Pemerintah menurut saya tanpa pertimbangan matang jika pejabat yang hanya satu periode purna. tanpa menghasilkan kemajuan apa-apa dalam bidangnya, tetap di anugrahi bintang "Bintang Mahaputra Nararya" merupakan sesuatu yang sia-sia.

Masih banyak politikus, ilmuan ,dan budayawan lain lebih pantas menerima pengahargaan tersebut yang lebih mengabdi dan memberikan dampak yang luas kepada masyarakat akan kerja mereka. 

Mungkinkah dalam penghargaan kali ini tidak ada motif lain yang bernuansa politis? Ataukah memang benar-benar layak duo "F" tersebut menerima penghargaan "Bintang Mahaputra Nararya" tersebut?

Fahri dan Fadli Cap Tukang Kritik 

Memang jika dibandingkan dengan politikus lain, kedua nama tersebut antara Fahri Hamzah dan Fadli Zon terkenal dengan cap kritik yang tidak berbobot dan minim sekali prestasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun