Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Liberal Javanese People

Bagi saya, hal yang paling mengecewakan sempitnya pengetahuan, "Intuisionisme". Tertarik dengan : Filsafat Romantisisme, Sosial-Budaya, Sastra dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mantu Jokowi Diproyeksikan sebagai Elite PSSI, Syarat Politis?

17 Juni 2019   14:20 Diperbarui: 17 Juni 2019   20:34 0 0 2 Mohon Tunggu...
Mantu Jokowi Diproyeksikan sebagai Elite PSSI, Syarat Politis?
Ilustrasi diambil dari kompas.com

Tidak menjadi sesuatu yang mengherankan, ini bukan bicara tentang dinasti pada suatu lembaga pemerintahan politik. Tetapi saya ingin berbicara dalam segi kualitas dan penguasaan atas apa yang akan di kuasai tersebut, sudahkah layak?

Boby Nasution dan sepak bola, entah ini berbicara kompetensi atau berbicara tentang apa posisi jabatan yang harus di isi oleh keluarga Presiden. Tentu menjadi pertanyaan kami yang menaruh lebih pada kemajuan sepak bola Indonesia.

Prestasi yang harus diraih, bakat dari anak-anak terkait sepak bola yang harus terwadahi, dan menjawab nama negara lewat jalur olah raga khususnya "Sepak Bola' untuk unjuk gigi pada dunia. Semua harus dapat bisa dijawab oleh pimpinan-pimpinan organisasi PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Maka dari itu, PSSI sebagai sentral dari manajemen sepak bola negeri ini bukan perkara yang main-main. Mungkinkah di Indonesia kurang ada manusia profesional dalam menejemen Sepak Bola bersama organisasi-organisainya?

Jika tidak ada profesional itu, apakah tidak melakukan, atau menyekolahkan ke negara maju dalam sepak bola lalu belajar disana supaya ada regenerasi dengan kemampuan terbaik, dalam hal ini "menejemen oraganisasi Sepak Bola"?

"PSSI adalah organisasi yang besar, membawahi klub, anggota PSSI daerah, dan betugas memaksimalkan potensi anak terbaik dari sepak bola negeri ini. Kiprah terbaru trobosan kerja, dan cara berbeda membuat program, sangat di tunggu oleh orang-orang yang gila bola di dalamnya".

Kerasnya suporter bola yang fanatik, umpatan-umpatan yang harus diterima dan konsistensi pimpinan PSSI agar dipercaya para pencinta Sepak Bola indonesia, itulah yang harus disadari Menantu "Presiden" jika akan mengisi pos pucuk kepemimpinan PSSI.

Harapan besar masyarakat indonesia kepada PSSI yang terlampau tinggi. Kalau hanya pucuk pimpinan mengisi atas nama kekosongan PSSI tidak membawa suatu yang profesional disana, juga kompetensi kepengurusan dalam organisasi olah raga, saya kira akan bernasib sama dengan yang menjabat pimpinan PSSI sebelumnya. Hanya bahan cacian, cemooh dari suporter bola bola yang radikal.

Karena sejatinya "PSSI" jika mau disurvey bagaimana pendapat publik terhadapnya, akan banyak jawaban ketidak percayaan pada PSSI. Sering kisruh, indikasi kotornya PSSI akan pengaturan skor, dan lain sebagainya jelas, "PSSI" adalah lahan keuntungan itu yang memanfaatkan sepak bola dikendalikan oleh mafia-mafia.

Ditambah tradisi kepemimpinan PSSI yang syarat akan muatan politis di dalamnya. Orang yang memperoleh jabatan mentereng seperti Ketua dan Sekjen PSSI jika di telisik, ia pasti mempunyai afiliasi politik terhadap yang berkuasa.

Tetapi mau dikata apa? Mungkin kini, kedepan, dan sebelumnya PSSI adalah kepentingan politik, bukan kepentingan organisasi negara "Olahraga" Sepak Bola, yang memantau bakat dan menjadikan anak-anak Indonesia atlit berprestasi dari dalam dunia sepak bola itu sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3