Toto Priyono
Toto Priyono Kariyawan Swasta

Hal yang paling mengecewakan itu sempitnya pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Senja, yang Tak Paham Cinta Ditinggalkan Cinta

10 Agustus 2018   11:34 Diperbarui: 10 Agustus 2018   11:34 364 0 0

Tetapi siapa yang akan tahu matahari akan bersinar melebihi apa yang kita kira? Senja terkadang tidak meninggalkan jejak yang berdeda, semua sama disetiap senjanya. Hari ini aku ingin semua berbeda, menjemput dan melihat senja secara berbeda. Senja yang manis datanglah dengan harapan-harapanmu, padaku, bersamaku.

Aku rasanya memang tidak bisa mengira apa yang terjadi diesok hari. Bahagia rasanya dimulai dari hari-hari sebelumnya. Tentang apa yang telah kita bangun, semua yang membuat kita kecewa dan melihat orang berbahagia bersama kita, tawa, sedih dan setiap untaian kata semangat. Berbaur ketika ia datang, melebur ketika ia menggoda, pasrah ketika ia meradang.

Memang ada saat kita bertanya pada semua yang sudah terlampaui. Untuk apa dan menjadi apa? Lihatlah orang yang hidup untuk apa dan untuk siapa? Mereka bergairah dengan setiap harapan-harapannya, mereka juga tersenyum pada perjuanganya, karna ketergantungannya, hidup untuk apa dan siapa, untuk cinta yang tak bisa terbeli, juga untuk sesuatu yang tidak bisa disangkal, bagi mereka yang pantas diperjuangkan.

Senja, tawamu tidak usah kau tahan lagi, lepaskan semua itu, beri dia jejakmu, jejak dimana kita terus bersama untuk melakukan sesuatu yang sama, membuat kita bersemangat menjalani semua ini. Biarkanlah mereka yang tak paham kata cinta memperlakukan cinta dengan semaunya sendiri. 

Nanti kau akan lihat senja, dimana orang yang tak paham cinta dan tak pernah melakukan sesuatu atas dasar cinta akan ditinggalkan oleh cinta yang lahir dari dirinya sendiri. Mereka yang tak paham hanya menunggu waktu, dimana ia terasing, ia menjauh, dan ia tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Ketika pemahaman akan cinta itu salah, ia merupakan keburukan yang indah dan ketika cinta itu benar ia adalah kebaikan yang mempesona.