Toto Priyono
Toto Priyono Kariyawan Swasta

Hal yang paling mengecewakan itu sempitnya pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Bagiku Cinta Memang Berat

1 Agustus 2018   20:50 Diperbarui: 1 Agustus 2018   20:46 744 0 0

Seakan aku terjatuh lagi pada renungan, mungkin karna perasaan ini tak lagi binar adanya. Naik dan turun, gairah sepertinya terus akan berubah. Hari ini memang tidak seperti kemarin dimana menunggu adalah hal yang paling ditunggu. 

Malam ini aku harap engkau datang dengan cahayamu, kau tahu aku ini sedang tersesat oleh keinginan. Aku ini ingin engkau membendung itu, menjadi pelabuhan, dimana aku pulang dan berangkat untukmu. 

Tetapi aku seperti terbawa perasaan yang kosong pada arti sebenarnya. Rasa ini ada tetapi aku tak cukup kuasa untuk mengadakan itu. Namun disinilah aku merasa bahwa kehadiranmu ada pada rasa bahagia. Rasa dimana aku ingin kau dan aku membangun bahtera kehidupan bersama, penuh rasa dan penuh cinta.

Kau tahu kesulitan akan manifestasi cinta ini membuat aku ingin memanfaatkan apa yang ada, didepan mata. Setahuku itu kamu, ya cumu kamu. Akupun cukup sadar, akulah yang sebenarnya terbawa perasaan itu. Kering dan porak-poranda dan aku hanya berpikir menjadi tua tanpa menjadi apa-apa, apalagi hidup tak pernah ada cinta.

Dikala kau mencari yang terbaik, kau akan kehilangan yang benar-benar baik bagimu. Meskipun topeng ini terkadang mengelabui, aku bukanlah mereka yang pakai topeng itu mendapatkan cinta. Kau tahu siapapun tak akan bisa menjamin kebaikan karna setiap orang punya potensi untuk jahat dan saling menjahati. Tetapi dengan komitemen kita dapat melewati itu yang dasarnya baik akan tetap baik dan sebaliknya.

Bagiku mencintai seseorang memang berat, apalagi cinta itu datang dari ketiadaan yang diharapkan akan ada. Semua akan serba terasing dan mungkin akan mengasing. Seakan kebrontakan akan memiliki cinta sudah memuncak tapi tidak akan pernah tau puncaknya ada dimana. Aku benar-benar terasing dalam mencinta dan ku harap kaulah terang dalam keterasingan ini.