Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik

Komunikasi Sebagai Modal Diplomasi

18 Oktober 2019   20:38 Diperbarui: 18 Oktober 2019   20:45 45 0


Era globalisasi telah mengubah dunia menjadi seolah sempit dan tanpa batas. Sejak munculnya konsep negara bangsa pasca Perjanjian Westphalia, berbagai wilayah di seluruh belahan dunia mulai berlomba-lomba untuk membangun negara dan sistem pemerintahan yang dianggap mampu untuk membuat hidup manusia lebih baik. 

Makna politik pun mulai bergeser dari hal yang sederhana (memenuhi kebutuhan hidup) menjadi hal yang semakin kompleks. Sifat manusia yang sebelumnya defensif pun perlahan mulai berubah menjadi cenderung ekspansif. 

Dengan terbentuknya negara-negara yang terpisah dengan batas wilayah, pola komunikasi lokal pun berubah menjadi pola komunikasi internasional demi menjalin hubungan dengan negara lain guna mencapai kepentingan nasional suatu negara. Pola komunikasi internasional inilah yang kemudian menjadi acuan dalam kegiatan diplomasi.

Komunikasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan yang berupa suara atau simbol dari komunikator kepada komunikan guna mempengaruhi perilaku komunikan atau dapat juga dilakukan untuk sekedar memberi sebuah peringatan. 

Dalam konteks komunikasi internasional, aktor komunikasi adalah seseorang yang ditugaskan untuk mewakili suatu negara dalam berinteraksi dengan negara lain, adapun pesan yang disampaikan adalah merupakan kepentingan suatu negara yang harus diperjuangkan. 

Terkait dengan diplomasi, tujuan dari diplomasi adalah untuk mencapai kepentingan suatu negara dengan menjalin hubungan dengan pihak-pihak atau negara lain yang diyakini dapat membantu untuk merealisasikan kepentingan nasional. 

Dalam hal ini, aktor diplomasi atau seorang diplomat harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan memiliki kriteria-kriteria yang mendukung profesinya sebagai seorang diplomat karena diplomasi selalu berbentuk komunikasi. 

Contoh bentuk-bentuk diplomasi adalah dialog, persidangan, konferensi internasional, kunjungan negara, seminar internasional, simposium, lobi, dan negosiasi. Hal-hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari keahlian berkomunikasi karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan pernah bisa hidup tanpa komunikasi.

KEMBALI KE ARTIKEL