Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Romansa Timnas Argentina dan Satu Gol

22 Juni 2021   14:38 Diperbarui: 22 Juni 2021   14:48 156 3

Satu gol per laga. Inilah satu catatan unik performa Timnas Argentina, di ajang Copa America 2021 sejauh ini.

Benar, dari tiga laga yang sudah dijalani, tim asuhan Lionel Scaloni rutin mencetak satu gol di tiap pertandingan. Dimulai dari hasil imbang 1-1 saat melawan Chile, lalu berlanjut dengan sepasang kemenangan dengan skor 1-0 atas Uruguay dan Paraguay.

Memang, hasil minimalis itu sudah cukup untuk memastikan La Seleccion lolos ke babak perempatfinal. Mereka  menyusul Chile yang lebih dulu lolos, usai bermain Imbang 1-1 melawan Uruguay.

Secara taktis, hasil ini juga menguntungkan, karena tim bisa merotasi pemain di laga penutup melawan Bolivia. Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk eksperimen taktik jelang fase gugur.

Tapi, catatan rerata gol minimalis La Albiceleste bisa menjadi satu catatan khusus buat lawan. Satu gol agaknya menjadi strategi tim untuk bisa mengontrol situasi.

Jika semua berjalan lancar, hasilnya akan seperti saat menghadapi Paraguay dan Uruguay. Cukup disiplin saat menjaga pertahanan, kemenangan sudah diamankan.

Masalahnya, rencana ini bisa jadi berantakan, kalau tim lawan mampu membuat gol balasan. Apalagi, jika lawan yang dihadapi bergaya main agresif.

Kebetulan, ini sudah terjadi saat menghadapi Chile. Tim Tango yang sempat unggul lebih dulu lewat gol tendangan bebas Lionel Messi harus puas dengan hasil imbang, setelah Eduardo Vargas sukses mencetak gol penyeimbang.

Memang, setelahnya performa Lionel Messi dkk meningkat, setelah mencatat dua kemenangan beruntun. Saat melawan Paraguay, mereka bahkan mampu membuat gol kedua, andai tak dianulir wasit, setelah meninjau VAR.

Tapi catatan satu gol ini jelas masih menjadi satu PR yang masih belum tuntas. Di sini, laga melawan Timnas Bolivia bisa menjadi arena yang pas untuk menemukan solusi menambah jumlah gol.

Kebetulan, La Verde punya catatan dua kali kalah di dua pertandingan Copa America 2021. Rinciannya, kalah 1-3 atas Paraguay, dan 0-1 atas Chile.

Faktor catatan gol ini menjadi krusial, karena di fase gugur, ada Peru, Kolombia, Ekuador, dan tuan rumah Brasil yang berpotensi jadi lawan. Mereka umumnya punya gaya main agresif dan kerap menjadi lawan sulit buat Timnas Argentina.

Inilah yang perlu diwaspadai, jika  ingin melangkah sejauh mungkin di Copa America. Dalam bertahan, mereka sudah cukup disiplin, tinggal bagaimana mereka mampu meningkatkan kreativitas di lini serang.

Meski masih punya catatan minimalis dalam mencetak gol, ada satu kemajuan yang mulai terlihat dari pola permainan Albiceleste, khususnya saat melawan Paraguay. Mereka tak lagi terlalu "Messi-sentris".

Memang, sang kapten tim masih menjadi motor serangan tim. Tapi, ia tak lagi terlihat seperti bekerja sendirian. Ada Angel Di Maria dan Alejandro Gomez yang ikut membantu Si Kutu saat tim naik menyerang.

Saat melawan Paraguay, keduanya bahkan berkontribusi membuat gol kemenangan tim. Di Maria menciptakan umpan terobosan cerdas, yang sukses dikonversi Gomez menjadi gol.

Tentunya, ini adalah satu kabar baik, karena lini serang Argentina bukan hanya mengandalkan Messi seorang. Jika sang kapten punya dukungan seperti ini, bahkan lebih baik lagi, rasanya Tim Tango bisa berbicara banyak di turnamen kali ini.

Mampukah Argentina mewujudkan mimpi?

KEMBALI KE ARTIKEL