Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Romansa Liverpool dan Klub Spanyol di Eropa

7 April 2021   23:07 Diperbarui: 7 April 2021   23:19 131 5

Bicara soal kiprah Liverpool bersama Juergen Klopp di level Eropa, ada satu fenomena unik yang mewarnai, yakni selalu bertemu klub La Liga Spanyol.

Dimulai dari Liga Europa musim 2015/2016, Si Merah secara beruntun menghadapi Villarreal di babak semifinal, dan Sevilla di final.

Di semifinal, Jordan Henderson dkk memang agregat 3-1, setelah menang 3-0 pada leg kedua di Anfield. Sayangnya, di final mereka takluk 1-3, setelah sempat unggul 1-0 sepanjang babak pertama.

Cerita berlanjut di musim 2017/2018, saat mereka "comeback" di ajang Liga Champions. Kali ini, giliran Real Madrid yang jadi lawan di final. Di fase grup, mereka segrup dengan Sevilla.

Sialnya, The Kop dipaksa takluk 1-3 atas Real Madrid, dalam laga resmi terakhir Cristiano Ronaldo sebelum pindah ke Juventus. Partai ini juga menyajikan cerita muram, lewat cedera bahu Mohamed Salah, dan sepasang blunder fatal Loris Karius.

Beruntung, cerita muram itu berganti jadi ceria di musim berikutnya. Kali ini, kebintangan Divock Origi di Anfield sukses membawa Liverpool menang agregat 4-3 atas Barcelona di semifinal.

Momen ini menjadi satu comeback bersejarah, karena di leg pertama mereka takluk 0-3. Keberuntungan mereka berlanjut setelah menang 2-0 atas Tottenham Hotspur di final.

Uniknya, partai final saat itu dihelat di ibukota Spanyol, tepatnya di Estadio Wanda Metropolitano, markas Atletico Madrid.

Bak putaran roda, Liverpool kembali bertemu klub La Liga Spanyol di perdelapan final Liga Champions musim lalu. Kali ini, mereka harus mengakui keunggulan tim asuhan Diego Simeone, setelah kalah agregat 2-4 lewat babak perpanjangan waktu di Anfield.

Di musim ini, Liverpool kembali berjodoh dengan klub Negeri Matador, setelah harus berhadapan dengan Real Madrid di perempatfinal.

Pada leg pertama di Madrid, Si Merah dipaksa takluk 1-3, setelah sepasang gol Vinicius Junior dan satu gol Marco Asensio hanya mampu dibalas sekali oleh Mohamed Salah.

Dengan demikian, sang juara Eropa enam kali punya PR besar untuk tampil sempurna di Anfield pekan depan. Mereka juga harus bersiap menghadapi catatan tren jelek di kandang sendiri sejak awal tahun.

Perjumpaan Liverpool dengan tim Spanyol di Eropa memang jadi sesuatu yang unik belakangan ini, karena rutin terjadi. Tapi, ini menjadi satu medium ujian yang layak.

Maklum, dalam beberapa tahun terakhir, klub liga Spanyol cukup dominan di Eropa. Kualitas taktik dan materi tim yang oke merupakan penyebab utama.

Jadi, kalau ingin sukses di tingkat Eropa, salah satu indikator kuncinya adalah "mampu mendepak tim jagoan Spanyol". Liverpool dan Bayern Munich sudah membuktikan itu, dengan sama-sama mengalahkan Barcelona pada prosesnya.

Akankah sejarah terulang, ataukah tim dari Spanyol akan kembali berjaya di Eropa?

KEMBALI KE ARTIKEL