Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Pengembangan Sains Islam: Refleksi Milad UMI

28 Juni 2011   01:50 Diperbarui: 26 Juni 2015   04:07 463 0
[caption id="attachment_116672" align="alignright" width="1024" caption="Suasana perkuliahan di Kampus UMI Makassar. Kelas perempuan dipisahkan dengan kelas laki-laki"][/caption]

Setiap tanggal 23 Juni, civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memperingati Milad perguruan tinggi yang didirikan pada tahun 1954. Dalam rentang waktu yang panjang, telah menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Kawasan Timur Indonesia dalam hal kuantitas mahasiswanya. Namun, untuk ukuran kualitas mahasiswa dan alumninya belumlah dapat menduduki posisi terbaik di KTI.

Ukuran kualitas sebuah perguruan tinggi berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan beberapa lembaga internasional seperti Webometrics, JiaTong dan 4ICU. Kampus yang terbaik diukur dari kiprah civitas akademikanya maupun kampus sebagai institusi dalam memberikan kontribusinya ke publik. Kampus-kampus yang sudah cukup mapan dan terkenal relatif memiliki posisi terbaik dalam pemeringkatan perguruan tinggi.

Lembaga 4ICU melakukan pemeringkatan terhadap 10 ribu perguruan tinggi di 200 negara. 4ICU membuat sebuah sistem pemeringkatan perguruan tinggi seperti Webometrics, ataupun JiaTong yang merupakan sistem pemeringkatan popularitas Perguruan Tinggi di dunia Internet. Peringkat popularitas perguruan tinggi didunia maya diukur berdasarkan tiga parameter yaitu Google pagerank, inbound link Yahoo, dan web traffic berdasarkan Alexa. Semakin tinggi tingkat kekayaan produk akademik dan kontribusi dari perguruan tinggi tersebut akan semakin banyak orang mengakses sebuah situs perguruan tinggi di dunia Internet.

Data yang dilansir 4ICU edisi Juli 2010, UMI Makassar masih jauh dari daftar 10 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia di dunia maya. UMI masih berada jauh dibawah perguruan tinggi swasta yang berada diperingkat kelima dari daftar 10 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia di dunia maya yakni Universitas Gunadarma yang menempati urutan kelima. Sebelumnya, pada Januari 2010 Universitas Gunadarma hanya menduduki urutan kesembilan. Hanya ada dua perguruan tinggi swasta yang bisa mengimbangi popularitas perguruan tinggi negeri (PTN) seperti ITB, UI, UGM dan Institut Teknologi Sepuluh November yang berada pada urutan pertama hingga keempat yakni Universitas Bina Nusantara (peringkat enam) dan Universitas Kristen Petra (peringkat tujuh). Kemudian tiga perguruan tinggi negeri pada urutan delapan,sembilan dan sepuluh besar yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Negeri Malang.

Pada tahun 2011, pemeringkatan 4ICU memasukkan empat perguruan tinggi di Kota Makassar dalam 151 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang disurveinya. Peringkat UMI masih berada pada urutan ke 126 dari 151 perguruan tinggi di Indonesia diranking oleh 4ICU. Peringkat Universitas Muhammadiyah Makassar masih lebih baik dari UMI dengan berada pada posisi 118. Sementara perguruan tinggi negeri yang berada di Makassar seperti Universitas Hasanuddin berada pada ranking ke 26 dan Universitas Negeri Makassar berada pada ranking ke 47.

Pemeringkatan 4ICU berdasarkan website resmi perguruan tinggi masing-masing. Di Makassar terdapat beberapa perguruan tinggi terbesar dalam jumlah mahasiswayangtidak masuk pemeringkatan 4ICU adalah UIN Alauddin, Universitas 45, dan Universitas Indonesia Timur. Demikian pula perguruan tinggi swasta yang berada di bawah Kopertis wilayah IX Sulawesi sejumlah 347 perguruan tinggi, hanya dua yang masukpemeringkatan 4ICU (UMI dan Unismuh).

Bila melakukan pencarian di dunia maya menggunakan mesin pencari google dengan keyword “Universitas Muslim Indonesia”, pada halaman pertama masih berita positif yang ditampilkan website resmi perguruan tinggi swasta tertua di KTI tersebut dan beberapa situs lainnya. Namun berbeda dengan halaman kedua google, ada satu berita negatif tentang tawuran mahasiswa yang diberitakan Tribun Timur.Demikian pula pada halaman lima, ada tiga berita negatif tentang UMI dari liputan6.com SCTV, kaskus dan hileud.com. Namun secara keseluruhan, berita positif tentang UMI lebih mendominasipada halaman satu hingga lima di situs Google sebagai mesin pencari nomor satu didunia.

Basis Keilmuan

Sebagai perguruan tinggi swasta yang berbasis agama, UMI Makassar dapat memperkuat basis keilmuan peserta didiknya dengan kemampuan sains Islam. Apalagi pimpinan Kampus UMI sejak kepemimpinan Prof Dr. Abdurrahman Basalamah (alm) telah menanamkan dasar-dasar penciptaan kampus Islami pada kampus UMI Makassar. Islamisasi kampus UMI berpusat pada tiga hal dilandasi semangat kebangsaan dan ke-UMI-an yakni Islamisasi kelembagaan, Islamisasi kondisi lingkungan dan Islamisasi proses belajar/kuliah.

Untuk memperkuat basis sains Islam, memerlukan kajian sejarah pengemban sains Islam pada masa-masa emas kebangkitan Islam pada beberapa abad sebelumnya. Salah satu buku yang dapat menjadi referensi adalah buku yang ditulis Dr Ing Fahmi Amhar yang menulis kisah-kisah penelitian dan pengembangan sains dan teknologi pada masa peradaban Islam dengan judul “TSQ Stories”.

Dalam bidang matematika, tersebutlah nama Al-Khawarizmi (780-850 M). Beliau memberikan kontribusi besar pada ilmu aljabar melalui bukunya “Kitab al-jabar wa al-muqabalah” yang mengulas pertama kali tentang dasar-dasar al jabar yang namanya hingga kini masih digunakan pada dunia ilmu komputer dengan nama “algoritma”. Al-Khawarizmi juga memperkenalkan system persepuluhan dengan menggunakan angka Arab. Awal ketertarikan Al-Khawarizmi menekuni aljabar dilandasi oleh sistem pembagian waris dalam Islam yang tergolong rumit. Sebagai agama yang menjunjung tinggi keadilan, termasuk didalam rumah tangga, pembagian hak waris dalam Islam harus adil sehingga pembagiannya harus dihitung secara rinci.

Pada bidang ilmu astronomi, terdapat nama-nama ilmuan muslim dalam sejarah seperti al-Biruni, al-Battani, Ibnu Rusyid, al-Balkhi, al-Sijzi, al-Qazwini dan al-Shirazi. Mereka berhasil mengoreksi pemikiran Ptolomeus yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta (geosentris) dalam model astronominya. Al-Biruni menyumbangkan teorinya tentang galaksi bimasakti sebagai kumpulan dari gugusan bintang yang berdiri sendiri yang pergerakannya lepas dari bumi atau matahari.

Dalam bidang ilmu fisika, salah satu nama yang terkenal adalah Ibn al Haytsam (al-Hazen) yang telah menerbitkan bukunya pada tahun 1021.Ibn al Haytsam dikenal sebagai pioneer optika modern dengan pemikiran bahwa proses melihat adalah jatuhnya cahaya ke mata. Al Haytsam juga berhasil menunjukkan berbagai cara untuk membuat teropong dan kamera sederhana (camera obscura). Penemuan al Haytsam (eksperimen optiknya) itu didapatkan ketika berada dalam rumah tahanan akibat gagal memenuhi tugas seorang amir Mesir untuk membendung Sungai Nil. Dari penemuannya itu, al Haytsam baru dilepas oleh sang amir karena dianggap setara dengan investasi yang dikeluarkan sang amir.

Dalam bidang aeronautika, ada satu nama yang terkenal yakni Ibnu Firnas. Sejarawan Philip K Hitti dalam bukunya History of the Arabs mencatat namanya sebagai penemu pertama dalam bidang ini. Pada tahun 875 M, Ibnu Firdas melakukan percobaan terbangnya sejenis ornithopter di Cordoba. Ornithopter adalah alat terbang yang menggunakan prinsip kepakan saya seperti pada burung, kelelawar atau serangga. Kini namanya diabadikan di Sevilla, Spanyol pada sebuah jembatan besar dengan nama Abbas ibnu Firdas Bridge. Demikian pula di Irak, namanya diabadikan pada sebuah lapangan terbang di Bagdad Utara bernama Ibnu Firdas Airport.

Dibidang kesehatan dan kedokteran, dalam sejarah Islam dikenal beberapa tokoh penemu. Ibnu Sina (980-1037 M) atau dikenal di Barat dengan nama Avicennaadalah tokoh yang paling terkemuka atas karya monumentalnya “Qanun fit Al-Thib” (The Canon of Medicine), sebuah ensiklopedia pengobatan (pharmacopedia) yang berisi satu juta kata. Ibnu Sina memberi sumbangan pada Bakteriologi yakni Ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Ibnu Sinajuga digelari Bapak Kedokteran Modern atas rekomendasinya pada tujuh aturan dasar dalam uji klinis atas suatu obat. Selama dua abad (Abad ke-15 dan Abad ke-16) karya tersebut dicetak ulang sebanyak 35 kali dan menjadi rujukan kedokteran Eropa dan dunia hingga abad ke-18.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun