Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Kemarau Masih

23 Oktober 2019   15:42 Diperbarui: 23 Oktober 2019   15:42 144 9

Terik mengangkangi wajah bumi. Pucat. Debu dan sayap-sayap hinggap mencari lindap. Tunas layu. Ranggas sesap ditinggal tuan. Hilang garap dan resap harap di sungai buntu.

Laju roda-roda kendara berkejaran pacuan waktu. Tebal aspal serupa api panggang pada tungku. Wajah-wajah membawa langkah terburu-buru. Lepas jabat hilang salam. Lupa tunggu.

Dari jauh berembus angin mengempas lepas. Tiada berkabar masih. Tandaskan lamun di sesak napas. Cemas. Lintas awan hanya menyemai angan. Tangguh waktu akan janji musim entah bila kan lunas.

Kemarau masih. Di lembar-lembar cetak kalender batas hari tiada terbaca lagi. Hilang jadwal. Berbisik kata usil menerka: hujan kan turun besok atau lusa.

Bengkulu, 23 Oktober 2019

KEMBALI KE ARTIKEL