Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Story Pilihan

Pantai Malalayang, Melabuhkan Cinta di Tepi Kota

2 Agustus 2020   22:25 Diperbarui: 8 Agustus 2020   09:57 313 16
Sore ini, di hari minggu yang mendung kelabu, saya mengisi waktu muter-muter kota Manado, ditemani sahabat saya yang selalu mengantar kemana saja yang pergi, Andre Rorong namanya. Sahabat saya setelah setahun ini saya bermukim di Manado, sementara waktu sepanjang saya masih bertugas di kota ini. Saya tiba-tiba teringat ucapan Pak Johanis Malingkas, Kompasianer yang juga asal Manado, soal kopi dan pisang gorengnya. "pe sadap pisgor di kios pante malalayang bung Wuri"  begitu kata Pak JM di kolom komentar artikel saya di Kompasiana, 29 Juni 2020 lalu. Sebenarnya saya beberapa kali lewat di Pantai Malalayang, kalau hendak keluar kota menuju wilayah Minahasa Selatan dan sekitarnya. Tapi seringkali terabaikan karena kesibukan pekerjaan. Padahal sudah setahun lebih saya tinggal di Manado. Selagi ingat, maka sore tadi saya langsung minta sahabat saya itu mengantar saya ke Pantai Malalayang, dan menemani saya meneguk kopi dan menikmati pisang gorengnya (pisgor). 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun