Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Evolusi Kue, Lilin, dan Lagu Ulang Tahun

11 April 2021   04:11 Diperbarui: 11 April 2021   07:44 206 41

Saat perayaan hari ulang tahun biasanya keluarga berkumpul, kadang mengundang kerabat dekat dan berbagai macam hidanganpun tersaji. Tidak ketinggalan kue ulang tahun dengan lilin-lilin diatasnya spesial untuk yang berulang tahun.

Pernah gak sih Kompasianers merenung, kue ulang tahun kok pake ditaruhin lilin segala di atasnya? Apa sih maksudnya? Kenapa gak langsung dipotong-potong dan disantap aja?

Ternyata cerita tradisi perayaan ulang tahun, tidak sesederhana itu, Kompasianers!

Setelah berkonsultasi dengan Mbak Siri, itu loh cucunya Mbah Gugel, saya berhasil mengumpulkan data-data seputar perayaan hari ulang tahun.


1. Perayaan hari ulang tahun baru mulai dikenal setelah kalender ditemukan.

Sebelum kalendar ditemukan, mendeteksi umur seseorang tidak pernah terlintas dalam benak orang-orang yang hidup di zaman itu.

Seiring berjalannya waktu, mereka menyadari akan adanya proses perubahan diri yang mana lambat laun mulai menua, tapi mereka tidak tahu kapan pastinya proses itu terjadi.

Pergantian pada siklus bulan, matahari dan lain-lainnyapun mulai diperhatikan dengan seksama. Hingga akhirnya ditemukan sebuah pola perubahan waktu yang sama dan terjadi berulang-ulang.

Saat itulah kalender pertama lahir, menandai perbedaan waktu dan peristiwa khusus lainnya. Dengan ditemukannya sistem yang dapat menelusuri waktu ini orangpun mulai dapat memperingati peristiwa-peristiwa penting seperti ulang tahun dan lain-lain.


2. Dimulai oleh orang-orang Mesir.

Sebuah penyelidikan di Mesir mengatakan bahwa ulang tahun pertama disebut sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi, sebagai perayaan hari lahir Pharaoh. Tapi penyelidikan lebih lanjut mengatakan bahwa itu bukanlah perayaan hari lahirnya Pharaoh ke dunia, melainkan hari lahir Pharaoh sebagai Dewa.

Orang Mesir saat itu menganggap peristiwa Pharaoh dinobatkan sebagai Dewa adalah peristiwa yang jauh lebih penting ketimbang peristiwa lahirnya Pharaoh ke dunia.

Sedangkan orang Yunani Kuno percaya akan adanya ruh atau spirit yang hadir saat seseorang dilahirkan. Ruh ini dipercaya mempunyai hubungan mistik dengan Dewa dan mengawasi saat seseorang lahir ke dunia.


3. Acara tiup lilin dimulai di Yunani.

Para Dewa dan Dewi memegang peranan penting dalam sejarah Yunani. Orang Yunani Kuno memberikan banyak persembahan dan pengorbanan untuk menyenangkan para Dewa dan Dewi mereka, tidak terkecuali Dewi Bulan Artemis.

Sebagai penghargaan untuknya, Orang Yunani mempersembahkan kue berbentuk bulan dengan nyala lilin di atasnya sebagai simbol kemilau cahaya bulan dan kecantikan Dewi Artemis.

Nyala lilin  merupakan tanda pengiriman do'a dan meniup lilin disertakan dengan sebuah harapan juga cara lain untuk mengirimkan pesan kepada para Dewa-Dewi.


4. Perayaan ulang tahun bermula sebagai bentuk sebuah perlindungan.

Orang Yunani Kuno percaya pada saat kelahiran seorang Dewa, akan hadir juga Roh Jahat yang dapat dihalau dengan menyalakan lilin-lilin sebagai penerangan di kegelapan. Dalam artian, nyala lilin merupakan suatu bentuk perlindungan.

Selain itu orang-orang datang berkumpul untuk turut melindungi dengan  membawa hadiah dan memberi harapan baik, bahkan bersorak sorai membuat kebisingan agar Roh-Roh Jahat takut dan pergi.


5. Romawi Kuno,lo bangsa yang pertama kali merayakan hari ulang tahun untuk rakyat biasa (umum).

Rakyat biasa di zaman Romawi Kuno tercatat dalam sejarah sebagai yang pertama kali mengadakan perayaan hari ulang tahun bersama keluarga dan kerabat terdekat.

Hari ulang tahun orang terkenal dicanangkan sebagai hari libur umum oleh pemerintah pada saat itu. Sedangkan rakyat biasa yang merayakan hari ulang tahun ke 50 akan mendapatkan hadiah dari pemerintah berupa kue khusus terbuat dari terigu, minyak zaitun, madu dan keju parut.

Sayangnya perayaan ulang tahun ini hanya dirayakan untuk para lelaki saja. Perayaan ulang tahun untuk perempuan baru dimulai pada abad ke 12.


6. Kue ulang tahun yang kita kenal sekarang, pertama kali dibuat di Jerman.

Pembuat kue di Jerman dikenal sebagai yang pertama kali menciptakan kue ulang tahun. Saat itu ulang tahun sudah menjadi suatu perayaan umum dilakukan di seluruh dunia, bahkan negara China sekalipun, yang menganggap ulang tahun pertama lebih penting dari pada ulang tahun berikutnya.

"Kinderfeste" dimulai diakhir abad 18 adalah nama untuk pesta ulang tahun yang paling mirip dengan gaya pesta sekarang ini. Pesta diadakan untuk anak-anak Jerman atau "kinder", menampilkan kue ulang tahun dengan lilin di atasnya. Satu lilin di atas kue untuk setiap tahun mereka hidup, ditambah satu lilin untuk harapan hidup setidaknya satu tahun lagi.

Membuat permohonan (make a wish) sambil meniup lilin adalah hal yang penting pada acara ini.

KEMBALI KE ARTIKEL