Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora

Menyiapkan Anti-Biotik Penangkal Tumbangnya Indonesia

27 September 2019   10:48 Diperbarui: 27 September 2019   10:57 12 0

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu adalah salah satu sosok keteladanan tentang nasionalisme. Seorang yang patut dianggap guru tentang persatuan Indonesia.

Mengenai itu, dapat disebutkan satu contoh saja. Dari banyak hal yang dapat dijadikan contoh teladan di karakter Menteri Ryamizard menyangkut keindonesiaan.

Antara lain; sikap Menteri Ryamizard yang amat geram dengan rasisme. Bagi Menteri Ryamizard, tak ada ampun kepada pelaku rasisme. Proses hukum harus dilakukan, meskipun ke keluarga sendiri.

Rasisme memang adalah virus penyakit untuk Indonesia. Dan Menteri Ryamizard tidak ingin Indonesia jadi sakit, lalu rapuh tak berdaya. Kemudian hancur.

Kita --sebagai masyarakat-- patut bersikap yang sama seperti Menteri Ryamizard. Jika 'virus' rasisme tidak ditangkal 'serum anti-biotik', enggan 'diobati' maka yakinlah masa depan Indonesia bakal 'terkubur'.

Berlaku rasis adalah penghancur persatuan bangsa. Padahal; para pendiri bangsa telah bersepakat bahwa Indonesia adalah negara persatuan. Semua sejajar hak dan kewajibannya. Tidak ada yang diberikan keistimewaan.

Sikap rasis akan membuat orang lain merasa direndahkan. Padahal sesama saudara sebangsa. Jika perlakuan rasis tidak dapat diterima bakal muncul gejolak besar.

Akibat rasisme: Indonesia kisruh. Pertikaian rentan terjadi kapanpun dan di manapun. Sudah tidak ada lagi nilai persatuan yang dirawat sejak dulu. Rasisme adalah ancaman berbahaya.

Di situlah alasan mengapa rasisme harus 'diobati'. Caranya dengan penegakan hukum yang tegas ke siapa saja. Supaya Indonesia tetap 'sehat' persatuan, kedaulatan dan keutuhannya.

KEMBALI KE ARTIKEL